Belajar Matematika Dari Bahasa Indonesia
Oleh Luh Widyastuti
Bahasa mempunyai peran yang sangat besar dalam pembelajaran. Bahasa sebagai pengantar atau alat komunikasi antara peserta didik dan sumber belajar.
Walaupun belakangan ini , kita dihadapkan oleh beberapa permasalahan dalam dunia pendidikan. Diantaranya adalah dalam lima tahun terakhir ternyata dari beberapa mata pelajaran yang diujikan secara nasional, pelajaran bahasa Indonesia menduduki peringkat pertama penyebab ketidaklulusan seorang siswa.
Jika kemampuan berbahasa saja seperti itu, bagaimana kemampuan dalam pelajaran yang lain, sedangkan kita tahu bahwa penguasaan bahasa sangat meendasar dan utama dalam menguasai kemampuan lainnya.
Hakekat Bahasa
Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pebelajar dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis (Depdikbud, 1995).
Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi, pada pembelajaran bahasa Indonesia kegiatan berbahasa mencakup empat aspek ketrampilan yaitu : mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat aspek itu haruslah diajarkan secara terpadu, bersinergi satu sama lainnya, seimbang dan saling mendukung.
Selain keempat aspek penguasaan ketrampilan berbahasa itu, juga harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam bernalar, berpikir, memperluas wawasan serta mampu mendukung kegiatan bersastra.
Sebagai alat komunikasi bahasa sangat penting untuk dikuasai manusia sebagai mahluk sosial. Penguasaan bahasa akan memudahkan seseorang untuk bergaul dengan manusia lain, memperoleh informasi dan pengetahuan, menambah wawasan, dan secara tidak langsung meningkatkan prestise dalam lingkungan sosialnya.
Dalam penguasaan bahasa, secara garis besar, manusia memakai dua ragam yaitu ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulisan.
Dua ragam bahasa ini harus dikuasai seseorang atau peserta didik, meskipun secara umum penggunaan ragam bahasa lisan mempunyai lebih banyak keuntungan daripada ragam bahasa tulisan, tetapi bahasa lisan banyak ‘mengacaukan’ pemakaian struktur berbahasa
Baik bahasa lisan atau tulissan berdampak pada kemampuan yang lain seperti kemampuan dalam pelajaran Matematika , Ilmu Pengetahuan Alam, dll. Bahassa lisan digunakan guru dalam menjelaskan suatu materi peelajaran atau beriinteraksi dengan sisiwa secara langsung atau tatap muka, sedangkan tulisan banyak digunakan pada buku sebagai sumber belajar peeserta didik disamping guru.
Jika kemampuan berbahasa kurang, maka secara tidak langsung akan mengurangi pemahaman dalam mata pelajaran lain karena kesulitan menangkap ucapan atau tulisan dari sumber belajar.
Pembelajaran Matematika
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan tehnologi modern dan mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya piker manusia. Untuk menguasai dan menciptakan tehnologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Pelajaran matematika membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kreatif dan kreatif serta kemampuan kerjasama.
Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif
Adapun tujuan Pembelajaran Matematika adalah sebagai berikut, pertama, Memahami konsep matematika secara logis serta keterkaitan antara konsep atau algoritme secara luwes, akurat, efesien dan tepat dalam pemecahan masalah; Kedua, Memecahkan masalah yang meliputi kemamapuan memahami masalah, merancang model matematika, menjelaskan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh; ketiga, Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, diagram atau media lain untuk menjelaskan keadaan atau masalah dan keempat, Memiliki sifat menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika
Lalu Standar Kompetensi Lulusan Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar ditentukan dengan; pertama, memahami konsep bilangan pecahan, operasi hitung dan sifat-sifatnya serta menggunakan dalam pemecahan masalah kehidupan seharisehari. Kedua, Memahami bangun datar dan bangun ruang sederhana, unsure-unsur dan sifat – sifatnya serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari – hari. ketiga, Memahami konsep ukuran dan pengukuran berat, panjang, luas, volume, sudut, waktu, kecepatan, debit serta mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah kehidupan seharihari. Keempat, Memahami konsep koordinat untuk menentukan letak benda dan menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan seharihari, kelima Memahami konsep pengumpulan data, penyajian data dengan tabel, gambar dan grafik (diagram), mengurutkan data, rentangan data, rerata hitung, modus serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan seharihari, keenam, Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan; ketuju,Memiliki kemampuan berfikir logis, kritis, dan kreatif
Peran Bahasa Indonesia Belajar Matematika
Dalam hubungannya fungsi dan peran bahasa indonesia dalama pembelajaran matematika, peserta didik perlu menguasai dan mampu mempraktekkan fungsi fungsi bahasa Indonesia sebagai berikut .
Ekspresi
Bahasa mampu mengungkapkan gambaran maksud, gagasan dan perasaan. Dalam konteks pembelajaran fungsi ini mampu berperan dalam kegiatan mengungkapkan ide ide peserta didik secara logis dan sistematis. Misalnya dalam menangkap maksud soal cerita.
Komunikasi
Fungsi komunikasi sangat penting dalam hubungannya bahasa Indonesia sebagai pengantar dalam penyampaian materi pelajaran oleh pendidik dan interaksi baik antara pendidik dengan peserta didik maupun antar peserta didik. Semakin baik penguasaan berbahasa seorang guru dan peserta didik semakin mudah dalam berinteraksi untuk pencapaian tujuan pembelajaran.
Kontrol sosial
Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif. Kontrol sosial ini dapat diterapkan pada diri kita sendiri atau kepada masyarakat. Berbagai penerangan, informasi, maupun pendidikan disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan buku-buku instruksi adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial.
Selain itu belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal sangat penting dipelajari untuk mendapatkan bekal kemampuan berbahasa dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas. Dalam matematika, menyimak soal soal cerita sehingga menjadi jelas dan mampu diterjemahkan dalam kalimat matematika adalah salah manfaat dalam fungsi ini
Adaptasi
Adaptasi berhubungan dengan komunikasi dengan teman sebaya dan guru, pembelajaran berperan ketika mengajarkan berbicara , misalnya bagaimana berbicara dengan teman sebaya, bagaimana berbicara dengan guru, berbicara di telpon atau menjawab telpon, dll. Menguasai kemampuan berbahasa sangat penting untuk bekerjasama dengan teman sebaya misalnya dalam mengerjakan tugas berkelompok
Integrasi/pemersatu
Yang dimaksud disini adalah mempersatukan berbagai bahasa ibu dari peserta didik, atau menjadi penghubung antara peserta didik dan pendidik. Cara berbahasa tertentu selain berfungsi sebagai alat komunikasi, berfungsi pula sebagai alat integrasi. Bagaimana menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda.
Bagaimana menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang dihormati . Misalnya, bertanya atau meemberi penjelasan pada teman atau guru.
Saran
Selama ini pembelajaran bahasa Indonesia dirasakan lebih banyak teori tapi tidak menekankan pada praktek. Guru harus membiasakan peserta didik untuk menulis kalimat dengan benar dalam praktek menulis atau berbicara di kelas, sehingga memungkinkan peserta didik menguasai kemampuan beerbahasa baik lisan maupun tulisan, sebab hal tersebut sangat penting dalam pembelajaran lain khusunya Matematika yaitu dalam memahami soal cerita.
Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa sangat peenting juga menggalakkan program ‘rajin membaca, rajin menulis’ . Minat baca harus dimulai dari contoh terdekat.
Guru memberi contoh bagaimana menggunakan waktu luang dengan membaca, atau mendesain pembelajaran sedemikian rupa sehingga ‘memaksa’ anak untuk membaca agar mendapatkan informasi atau menyelesaikan tugas.
Demikian besar fungsi dan peran bahasa Indonesia sehingga selayaknya mendapat perhatian yang serius dari pendidik dan pemerintah, sehingga pembelajaran bahasa Indonesia mampu membentuk seorang peserta didik yang bukan hanya bisa berteori bahasa tapi juga mempraktekkannya dalam kehidupan sehari hari baik bahasa tulis maupun bahasa lisan dengan benar.Bila bahasa yang digunakan tepat, maka belajar matematika bukan hal yang sulit. ***
