u3-3
CANTIK SEKALI

CANTIK SEKALI  (Cara Belajar Kinestetik menggunakan Pembelajaran Inovatif Seminggu Sekali )

Ni Wayan Nanik Suryantini, S.Pd.

  1. Situasi

        Situasi Pendidikan dan pembelajaran di Sekolah Dasar saat ini di Indonesia ditandai oleh upaya transformasi kurikulum dan penekanan pada peningkatan kualitas hasil belajar, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan mendasar. Kurikulum Merdeka menjadi kebijakan utama yang diterapkan untuk mengatasi krisis pembelajaran (learning crisis) dan dampak learning loss akibat pandemi. Kurikulum ini dirancang lebih sederhana dan tidak terlalu padat materi, memberikan fleksibilitas kepada pendidik untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan dan minat peserta didik. Tujuannya adalah mengejar kompetensi esensial, terutama literasi dan numerasi. Pembelajaran tidak hanya intrakurikuler tetapi juga diperkaya dengan proyek tematik yang bertujuan membentuk karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Di era pembelajaran mendalam dan Kecerdasan Artifisial pendidik dituntut untuk kreatif dalam menerapkan model pembelajaran. Namun banyaknya tugas tambahan  pendidik menjadikan banyak pendidik yang kekuarangan waktu untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik, sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan mengajak peserta didik untuk semangat mengikuti pembelajaran.Terlihat dari banyak peserta didik yang kurang semangat dan terlihat jenuh untuk mengikuti pembelajaran di kelas, saat pembelajaran berlangsung peserta didik banyak mengobrol dengan temannya, kurang fokus saat guru menjelaskan yang meyebabkan kelas menjadi gaduh dan kurang kondusif.

Situasi pembelajaran di kelas V SD Negeri 1 Peguyangan terlihat sebagian besar peserta didik,  yang memiliki gaya belajar kinestetik yang selalu ingin bergerak saat belajar dan selalu ingin melakukan sesuatu saat belajar membuat pendidik harus kreatif dalam mengajar di kelas. Hampir 90% siswa di kelas V memiliki sikap yang suka bergerak, aktif, memiliki bakat dalam bidang seni gambar, olahraga (atletik), penari, penabuh dan gemar berbicara. Dengan situasi yang terjadi di kelas V SD Negeri 1 Peguyangan mengharuskan pendidik mencari cara untuk mengajar dengan model, media atau metode yang tepat dengan gaya belajar dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di kelas V.

Dengan situasi yang terjadi pendidik berusaha menggunakan pembelajaan yang asik, menyenangkan dan inovatif yang dilakukan seminggu sekali. Dengan menerapkan “ CANTIK SEKALI” di kelas V SD Negeri  1 Peguyangan.

 

  1. Tantangan

    Dalam pelaksanaan pembelajaran di SD Negeri 1 Peguyangan sudah berjalan dengan baik. Namun didalam pelaksanaan pembelajaran tentu saja ada tantangan untuk pendidik melaksanakan tugasnya dalam mengajar “ “CANTIK SEKALI ” :

  • Ada beberapa siswa kelas V memiliki gaya belajar yang berbeda.
  • Ada beberapa siswa tidak memiliki sarana penunjang seperti; HP dan perekonomian keluarga kurang.
  • Beberapa siswa yang belum mampu mengaplikasikan media digital dengan baik.
  • Kurang kolaborasi orang tua dalam proses pembelajaran.
  • Kurang lengkapnya sarana dan prasarana sekolah untuk kegiatan ekperimen.
  • Banyak pendidik di SD Negeri 1 Peguyangan yang belum memahami perubahan kurikulum yang berlaku.
  • Kurangnya kreativitas pendidik dalam mencitpakan inovasi baru dalam proses pembelajaran di kelas.

Dari tantangan yang dihadapi penulis, dapat diterapkan model pembelajaran yang membangkitkan semangat untuk menjadikan Pendidik Transformatif di Era Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial.

 

  1. AKSI

 Dengan situasi dan tantangan yang dipaparkan,  dapat diatasi dengan menerapkan praktik baik yang berjudul “ CANTIK SEKALI” yang menerapkan pembelajaran inovatif seminggu sekali di kelas V SD Negeri 1 Peguyangan. CANTIK SEKALI adalah akronim dari “Cara Belajar Kinestetik menggunakan Pembelajaran Inovatif Seminggu Sekali “ Pembelajaran Inovatif yang diterapkan yaitu; 1) PEYEK (Pembelajaran Berbasis Proyek), PUDING (Pembelajaran Unnplugged Coding), PERMEN (Pembelajaran Ekperimen) dan EMPING METAL (Edukasi Pemanfaat Lingkungan dan Menggunakan Media Digital).

Skema Pembelajaran Inovatif Seminggu Sekali yang diterapkan di kelas V SD Negeri 1 Peguyangan.

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. PEYEK ( Pembelajaran berbasis Proyek)

Penerapan PEYEK di SD Negeri 1 Peguyangan yang di terapkan di kelas V di SD Negeri 1 Peguyangan dengan mengajak peserta didik belajar dengan menghasilkan produk. Model Pembelajaran yang digunakan adalah berbasis proyek. Pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran dengan mendorong peserta didik untuk  belajar aktif melalui proyek  dan dunia nyata yang bermakna,yang mendorong mereka untuk merencanakan, membuat, dan mempresentasikan sebuah produk atau solusi.

Pembelajaran berbasis proyek menekankan pengembangan keterampilan seperti pemecahan masalah, kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis melalui pengalaman langsung.Pembelajaran berbasis proyek akan menghasilkan produk/ karya dari peserta didik.

Langkah- langkah dalam proses pembelajaran berbasis proyek adalah sebagai berikut :

  • Menetapkan tema proyek, Pendidik menetapakan tema proyek yang akan dilakukan bersama peserta didik.                                               
  • Menetapkan konteks belajar, Pendidik menetapkan konteks belajar apa saja yang akan  digunakan dalam proses pembelajaran proyek.
  • Merencanakan aktivitas-aktivitas, Pendidik dan peserta didik berkolaborasi merencanakan aktivitas proyek yang akan dilakukan.
  • Memproses aktivitas-aktivitas, Peserta didik melakukan aktivitas proyek yang sudah disepakati .
  • Penerapan aktivitas- aktivitas untuk menyelesaikan proyek.
  • Menghasilkan hasil proyek yang berupa produk.

 

  1. PUDING ( Pembelajaran Unplugged Coding)

           Pembelajaran unplugged coding adalah model pembelajaran yang  mengajarkan konsep pemrograman  tanpa menggunakan komputer, melainkan melalui aktivitas fisik, permainan, dan alat-alat sederhana seperti kartu instruksi, purzzel, balok, atau kertas. Model pembelajaran  ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir komputasional, seperti logika, algoritma, dan pemecahan masalah, yang cocok untuk usia dini karena menggunakan pendekatan konkret dan menyenangkan diterapkan dalam semua mata pelajaran. Cara belajar siswa kelas V yang didominasi gaya belajar kinestetik sangat cocok digunakan untuk meningkatkan semangat dan minat belajar siswa.

 

  Langkah-langkah pembelajaran unplugged coding meliputi :

  • Tahap perencanaan (menentukan tujuan, memilih aktivitas yang akan di lakukan peserta didik dalam proses pembelajaran)
  • Tahap pelaksanaan (melakukan aktivitas fisik seperti memberi perintah dan menyusun benda atau intruksi)
  • Tahap refleksi dan diskusi (mengevaluasi pemahaman peserta didik dan mengaitkan dengan dunia nyata peserta didik).

 

  1. PERMEN   (Pembelajaran Ekperimen)

    Pembelajaran Eksperimen adalah model pengajaran aktif di mana siswa melakukan percobaan secara langsung untuk membuktikan dan memahami sendiri konsep atau teori yang dipelajari. Dengan pembelajaran eksperimen peserta didik yang memiliki gaya belajar kinestetik akan menikmati proses pembelajaran tersebut.                                               

   Langkah-langkah pembelajaran eksperimen meliputi :

  • Persiapan, (pendidik menyiapkan alat, bahan, dan media yang diperlukan untuk percobaan). 
  • Mencari informasi, (peserta didik dan pendidik bersama-sama mencari informasi mengenai percobaan yang akan dilakukan, termasuk tujuannya). 
  • Melakukan percobaan, (peserta didik dengan bimbingan pendidik, melakukan percobaan secara mandiri/kelompok. Penting bagi pendidik untuk mencoba terlebih dahulu untuk bisa membimbing peserta didik dengan baik). 
  • Tindak lanjut, (setelah percobaan selesai, pendidik  dan peserta didik  berdiskusi tentang apa yang mereka temukan dan rasakan, lalu bersama-sama menarik kesimpulan dari hasil percobaan tersebut). 

 

  1. EMPING METAL (Edukasi memanfaatkan Lingkungan  dan Menggunakan Media Digital)

        Pembelajaran memanfaatkan lingkungan adalah  salah satu pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan lingkungan sekitar baik alam, sosial, maupun buatan sebagai sumber belajar yang konkret dan bermakna. Cara ini membuat pembelajaran lebih menarik, memungkinkan siswa mengalami langsung, menerapkan teori ke praktik, dan meningkatkan pemahaman serta motivasi belajar. Dengan memanfaatkan lingkungan peserta didik yang memiliki gaya belajar kinestetik lebih banyak melakukan aktivitas fisik yang membuat peserta didik lebih semangat dalam melakukan kegiatan pembelajaran.  

      Pembelajaran media digital adalah proses belajar mengajar yang menggunakan teknologi digital, seperti internet, komputer, dan perangkat seluler, untuk menyampaikan materi pembelajaran secara interaktif dan fleksibel, baik berupa teks, audio, video, animasi, atau aplikasi interaktif. Tujuannya adalah meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan menyajikan materi secara menarik dan mudah dipahami, serta mengembangkan keterampilan digital siswa untuk mempersiapkan mereka di era teknologi informasi.

 

Langkah-langkah penerapan EMPING METAL :

  • Pendidik menyediakan media digital yang ingin di gunakan seperti ; proyektor, LCD, HP dll.
  • Pendidik menjelaskan cara penggunaan dari media tersebut
  • Pendidik menerangkan meteri yang akan diajarakan.
  • Pendidik mengajak peserta didik berkeliling di lingkungan sekitar (tergantung materi mata  pelajaran yang akan di ajarkan)
  • Peserta didik langsung praktik menggunakan media digital dengan memanfaatkan lingkungan sekitar.
  • Pendidik berkolaborasi dengan siswa dalam penggunaan media digital dalam pembelajaran berlangsung.

 

  1. REFLEKSI/ DAMPAK DIRI

      Setelah terlaksananya  “ CANTIK SEKALI ” di SD Negeri 1 Peguyangan penulis dapat melihat perubahan pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Pendidik dapat memanfaatkan menerapakan pembelajaran berbasis proyek  dengan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Dengan mengkombinasikan pembelajaran inovatif seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran unplugged coding, pembelajaran ekperimen dan pembelajaran berbasis lingkungan dan media digital. Banyak perubahan dengan hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri 1 Peguyangan diantaranya :

  • Peserta didik kelas V yang memiliki gaya belajar kinestetik, visual maupun adiotori dapat mengikuti pembelajaran ini dengan baik dan menikmati.
  • Peserta didik kelas V mampu menghasilkan produk yang inovatif dan bernilai seni tinggi.
  • Peserta didik kelas V mampu berfikir dengan luas terkait ekperimen yang dilakukan dan mampu membuktikan teori yang dipelajari,
  • Peserta didik kelas V mampu memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
  • Peserta didik kelas V mampu menggunakan media digital sebagai tantangan untuk menghadapi masa depan.
  • Peserta didik mampu berfikir komputasional dalam proses pembelajaran.

Penerapan CANTIK SEKALI di SD Negeri 1 Peguyangan juga berdampak kepada pendidik dan instansi diantaranya ;

  • Pendidik mampu mengembangkan potensi diri dalam menghadapi Transformatif di Era Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial.
  • Pendidik lebih kreatif dalam mengajar dan memanfaatkan lingkungan sekolah dan media digital yang ada di sekolah.
  • Pendidik mampu berkolaborasi dengan Kepala Sekolah, rekan sejawat, komite dan orang tua untuk menerapkan CANTIK SEKALI untuk kemajuan bersama.
  • Pendidik mampu menciptakan pembelajaran mendalam dengan menekanan 3 prinsip berkesadaran, bermakna dan mengembirakan.
  • Banyak prestasi peserta didik dan guru yang diraih setelah menerapkan CANTIK SEKALI di SD Negeri 1 Peguyangan.

    Saya akan melakukan refleksi penerapan CANTIK SEKALI dengan cara 4F :

 

  • Facts (Peristiwa)

Dari penerapan CANTIK SEKALI di kelas V yang menggunakan pembelajaran inovatif seminggu sekali dengan menggunakan pembelajaran konvensional berbasis pembelajaran coding unplugged dengan menggunakan media sederhana yang ada disekitar dan memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah yang dilaksanakan setiap seminggu sekali secara rutin. Minggu pertama pendidik menerapkan pembelajaran inovatif dengan metode yang berbeda dan bervariasi seperti ; PEYEK ( Pembelajaran Berbasis Prorek), PUDING ( Pembelajaran Unplugged Coding), PERMEN (Pembelajaran Ekperimen), dan EMPING METAL ( Menggunakan Media Digital).

  • Feelings (Perasaan)

Selama proses penerapan CANTIK SEKALI di kelas V siswa sangat antusias dan menikmati pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Pembelajaran yang menyesuaikan karakteristik siswa dengan gaya belajar kinestetik yang membuat siswa lebih cepat memahami materi pembelajaran dan menikmati proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Pendidik pun lebih mudah dalam menyampaikan materi dengan media konkret dan nyata yang ada dilingkungan sekitar peserta didik  sehingga  hasil dari pembelajaran di dalam kelas terlihat lebih objektif .

  • Findings (Pembelajaran)

Berdasarkan penerapan CANTIK SEKALI memperoleh pembelajaran berharga diantaranya, siswa dapat mempelajari pembelajaran dengan menerapkan unplugged coding, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran menggunakan media digital dan pembelajaran berbasis lingkungan. Dengan penerapan CANTIK SEKALI merupakan aplikasi dari pembelajaran mendalam dan koding dalam pembelajaran. Pembelajaran dengan benda konkret dan pengaplikasian secara nyata kepada peserta didik.

  • Future (Penerapan)

Dari penerapan CANTIK SEKALI di kelas V, saya berencana untuk:

  1. Mengembangkan variasi tema pembelajaran inovatif yang berbasis pembelajaran mendalam dan coding dengan pembelajaran CANTIK SEKALI.
  2. Berbagi praktik ini secara lebih luas melalui publikasi pengalaman melalui media

sosial, agar dapat menginspirasi rekan sejawat.

 

             Dari penerapan CANTIK SEKALI di kelas V SD Negeri 1 Peguyangan di setiap minggu dengan jadwal bergantian dan rutin setiap minggu sekali membawa dampak positif untuk SD Negeri 1 Peguyangan. Banyak peserta didik kelas V memperoleh prestasi yang berkaitan dengan penerapan CANTIK SEKALI dan membawa perubahan bagi pendidik dan peserta didik. Dengan penerapan CANTIK SEKALI membawa perubahan yang signifikan baik cara belajar siswa dan cara mengajar pendidik.

              

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait