DARI PERPUSTAKAAN MENUJU KEPEDULIAN LINGKUNGAN

Dari Perpustakaan Menuju Kepedulian Lingkungan

Ida Ayu Arsantya Vibraniti

Hari itu, Bu Guru mengajak kami ke perpustakaan sekolah. Saya merasa gugup sekaligus senang karena ini adalah pertama kalinya saya meminjam buku sendiri. Perpustakaan terlihat tenang dan penuh dengan rak-rak buku yang tersusun rapi.

Saya berjalan pelan sambil melihat sampul buku satu per satu. Mata saya tertarik pada sebuah buku Tasimi bergambar. Sampulnya menampilkan gambar laut biru dengan beberapa binatang laut. Saya pun mengambil buku tersebut dan membacanya sebentar. Ceritanya membuat saya ingin tahu lebih banyak.

Buku Tasimi tersebut menceritakan tentang seekor penyu, ikan kecil, dan seekor lumba-lumba yang hidup di laut. Awalnya mereka hidup bahagia, tetapi lama-kelamaan laut tempat mereka tinggal dipenuhi sampah plastik. Penyu kesulitan berenang karena plastik tersangkut di kakinya. Ikan-ikan kecil tidak sengaja memakan plastik, dan laut yang dulu indah menjadi kotor.         

Saat membaca cerita tersebut, hati saya terasa sedih. Saya membayangkan bagaimana rasanya hidup di laut yang penuh sampah. Saya juga menjadi sadar bahwa sampah plastik yang dibuang sembarangan bisa menyakiti binatang laut.

Setelah selesai membaca, saya meminjam buku tersebut secara resmi di meja penjaga perpustakaan. Saya membaca kembali ceritanya di rumah dan menceritakannya kepada teman-teman di sekolah. Mereka juga merasa prihatin setelah mendengar kisah binatang laut tersebut.

Sejak saat itu, saya dan teman-teman berjanji untuk menjaga lingkungan bersama-sama. Kami membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, dan saling mengingatkan jika ada yang lupa. Kami ingin laut tetap bersih agar binatang-binatang laut bisa hidup dengan aman dan bahagia.

Pengalaman pertama saya meminjam buku di perpustakaan tidak hanya membuat saya senang membaca, tetapi juga mengajarkan saya untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait