GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GELIS)
Pandemi Covid-19 sudah berakhir namun dampak yang dirasakan terutama dalam bidang pendidikan masih dapat dirasakan. Siswa yang sempat merasakan belajar di rumah saat pandemi menunjukkan perbedaan dalam pengetahuan awal di kelas yang lebih tinggi. Hal ini jelas disebabkan karena kurang efektifnya belajar secara daring saat Covid-19 . Guru masih meraba-raba dalam mengajar daring yang begitu tiba-tiba , demikian juga murid. Tidak banyak yang siap untuk itu.
Hal ini menyebabkan kurang efektifnya pembelajaran saat itu yang berdampak kurangnya kompetensi awal yang dimiliki siswa untuk mengikuti pembelajaran di kelas selanjutnya. Ini terlihat dari hasil diskusi pada saat perencanaan berbasis data bersama guru yang menceritakan keadaan siswa di masing masing kelas. Selain keluhan guru atas kurangnya kemampuan awal siswa saat tahun ajaran setelah pandemi covid juga raport pendidikan di tahun 2023 dimana indikator literasi terutama penguasaan teks sastra peserta didik menjadi prioritas untuk dibenahi.
Dengan demikian Sekolah Dasar Negeri 1 Peguyangan yang terletak di Kota Denpasar, Bali pada tahun ajaran 2023-2024 mulai melaksanakan percepatan kemampuan literasi pada siswa dengan mengoptimalkan lingkungan kaya teks dan membuat pojok baca di kelas. Dengan ini diharapkan siswa dapat mengejar ketertinggalan dalam kemampuan literasi terutama dalam penguasaan teks sastra.
Tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan rencana adalah kurangnya buku bacaan anak karena di setiap kelas diharapkan ada buku bacaan di pojok baca, begitu juga di perpustakaan. Dengan jumlah buku yang terbatas dan tingkat peminjaman yang tinggi tentu buku menjadi sangat kurang. Beruntunglah kemudian kami menjadi sasaran program ekspansi perpustakaan bekerjasama dengan Yayasan Literasi Anak Indonesia yang memberikan sumbangan buku kepada sekolah . Selain itu juga dari Komite Sekolah dan pihak ketiga , sebuah yayasan, kami mendapatkan sumbangan buku anak anak, Tantangan lain selain pengadaan buku tentunya minat baca anak sangat kurang . Mereka lebih tertarik menonton video daripada membaca. Karena itu di awal kami sedikit memaksa mereka untuk membaca secara terjadwal di perpustakaan.
Kegiatan benahi yang dilakukan pada tahun pelajaran 2023-2024 meliputi ;
- Memanfaatkan pojok baca dalam pembelajaran. Misalnya dalam mencari sumber materi yang sedang diajarkan. Selain itu dapat digunakan pula literasi digital dengan memanfaatkan gawai yang dimiliki siswa.
- Membaca seminggu sekali di perpustakaan baik dengan buku ataupun melalui aplikasi Literacy Coud
- Membaca bersama orang tua di rumah
- Literasi membaca di halaman sekolah dengan bercerita tentang buku yang sudah dibaca untuk memotivasi siswa agar lebih sering membaca
Langkah langkah kegiatan yang dilakukan sebagai berikut.
- Mengadakan sosialisasi dan kesepakatan bersama semua guru, pegawai dan orang tua melalui paguyuban terkait rencana pelaksanaan program GELIS
- Membuat dokumen program yang jelas berisi tujuan dilaksanakan program, kegiatan yang dilakukan, dan evaluasi
- Membuat jadwal kegiatan membaca tetap di perpustakaan sekolah Vidya Pustaka. Setiap kelas wajib melaksanakan literasi seminggu sekali selama satu jam.
- Menyiapkan sarana seperti menyiapkan dan menata pojok baca di kelas, menyediakan buku-buku bacaan
- Membaca di perpustakaan sekolah Vidya Pustaka satu jam setiap minggu secara terjadwal dengan kriteria membaca nyaring, membaca bersama, membaca berpasangan, membaca mandiri
- Membaca di pojok baca sesuai kebutuhan guru kelas misalnya saat pelajaran Bahasa Indonesia atau pelajaran lain yang relevan sesuai dengan prinsip pembelajaran berdiferensiasi
- Membaca cerita berbantuan aplikasi Literacy Cloud . Cerita diambil dari aplikasi kemudian siswa membaca/ mendengar bersama sama atau melalui gawai masing masing.
- Melakukan pembiasaan bercerita di halaman sekolah sebelum pembelajaran dimulai . Dilakukan pagi hari siswa secara bergantian menceritakan dengan kata kata sendiri apa yang sudah pernah mereka baca.
- Membaca bersama orang tua di rumah dilaporkan dengan dokumen foto
- Membuat majalah dinding untuk memajang hasil tulisan murid selama program berupa menceritakan kembali cerita yang pernah dibaca berupa puisi maupun prosa karya sendiri. Adanya majalah dinding untuk memotivasi siswa dalam melakukan literasi utamanya membaca teks sastra
Hasil kegiatan yang sudah dilakukan tahun 2023 berupa
- Peningkatan raport pendidikan 2024 dalam indikator literasi sebanyak 16,66 dari yang semula di tahun 2023 sebanyak 76,67 menjadi 93,33 . Hal ini tentu sangat menggembirakan bagi kami karena merupakan salah satu tolak ukur dalam program ini .
- Bonus hasil yang diperoleh sekolah kami mendapatkan BOS Kinerja tahun 2024 dengan kriteria BOS Kinerja Berkemajuan Terbaik yang dananya sudah direalisasikan untuk pembelian buku koleksi perpustakaan, LCD proyektor dan layar yang dipasang di perpustakaan untuk mendukung kegiatan membaca melalui aplikasi Literacy Cloud agar siswa tidak bosan dengan buku bacaan yang ada.
Refleksi
- Program GELIS masih terus berlanjut. Namun sejauh ini hasil yang dicapai cukup memuaskan terutama dilihat dari raport pendidikan. Kegiatan membaca sejauh ini sudah cukup baik dalam pelaksanaannya. Namun yang masih kurang mungkin dalam karya yang dihasilkan siswa yang belum bisa dibukukan namun hanya dibuat dokumentasi sederhana. Rencana saya berikutnya adalah membuat buku dari hasil karya siswa sebagai hasil kegiatan literasi membaca terutama berkaitan dengan sastra puisi dan prosa.
- Berikutnya saya akan lebih mengefektifkan literasi dengan mewajibkan guru membuat soal dengan model Asesmen Kompetensi Minimum yang sudah mulai tahun ini dalam asesmen lingkup materi.
