u3-Screenshot-2026-02-06-195952
MAKAN BISKUIT DALAM PELAJARAN PJOK

MENYENANGKAN, AKTIF, INOVATIF MELALUI PERMAINAN BASKET SUIT (MAKAN BISKUIT) PADA PEMBELAJARAN PJOK KELAS IV B SD NEGERI 1 PEGUYANGAN

 I Nengah Jati Artawan, S.Pd

SITUASI

Pada saat proses pembelajaran PJOK yang guru lakukan di kelas IV B, secara umum terlihat berjalan seperti biasa saja, dimana proses pembelajaran berjalan sebagaimana biasanya yang dimulai dari pembukaan oleh guru, kemudian dilanjutkan dengan pemanasan, kemudian kembali penyampaian materi oleh guru yang diperhatikan oleh seluruh peserta didik, dan diakhiri dengan kegiatan pendinginan di akhir pembelajaran. Namun kalau dilihat secara spesifik dalam proses pembelajaran berlangsung terlihat sebagian besar peserta didik masih menunjukkan semangat, motivasi, fokus, konsentrasi yang kurang saat pembelajaran berlangsung. Setelah diamati selama proses pembelajaran berlangsung penyebab dari kurangnya fokus, konsentrasi, motivasi, semangat dari peserta didik adalah cuaca yang saat itu sangat panas, selain itu sarana prasarana yang masih minim membuat proses pembelajaran terhambat dimana sarana dan prasarana tidak sebanding dengan jumlah peserta didik yang mengikuti kegiatan olahraga. Perbedaan tingkat pemahaman juga menjadi kendala saat itu, dimana tidak semua peserta didik memiliki kemampuan mempraktikkan menggiring bola basket dengan baik, oleh karena itu masih ada peserta didik yang malu-malu untuk menampilkan keterampilannya di depan kelas. Selain dari pengetauan dan keterampilan serta lingkungan, faktor sikap atau karakteristik peserta didik saat proses pembelajaran sangat mempengaruhi jalannya pembelajaran, dimana saat itu masih ada peserta didik yang kurang mampu bekerjasama, mudah berselisih, atau belum memahami nilai fair play, sehingga guru harus menghentikan proses pembelajaran untuk memberikan pengarahan terkait sikap dari peserta didik tersebut.

TANTANGAN

Tujuan utama pembelajaran PJOK adalah menanamkan pembelajaran aktif bergerak sepajang hayat, ini dimaksudkan bahwa melalui pembelajaran PJOK yang dipelajari di sekolah diharapkan dapat ditanamkan di dalam diri peserta didik masing-masing sehingga mereka sampai tuan anti tetap memahami pentingnya berolahraga. Namun dalam mencapai hal tersebut pastinya dada tantangan-tantangan yang muncul dalam proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran yang guru lakukan di kelas IV B, terdapat beberapa tantangan saat proses pembelajaran PJOK berlangsung diantaranya :

  1. Bagaimana meningkatkan motivasi dan semangat belajar peserta didik dalam pelajaran PJOK, karena tidak semua peserta didik memiliki semangat dan motivasi untuk aktif bergerak dengan baik
  2. Bagaimana caranya mencari solusi dari cuaca yang tidak dapat diprediksi sehingga tetap bisa berolaharaga dengan baik.
  3. Bagaimana merancang pembelajaran yang memfasilitasi seluruh peserta didik agar dapat terlibat aktif dalam setiap pembelajaran
  4. Bagaimana membuat peserta didik tetap fokus dan tidak terdistrasi suara atau hal lainnya yang ada di lingkungan sekitar lapangan saat proses pembelajaran PJOK berlangsung
  5. Bagaimana mengatur waktu pembelajaran PJOK sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.AKSI

Dalam pelaksanaan aksi untuk menjawab tantangan yang guru hadapi dalam proses pembelajaran PJOK melalui beberapa tahapan diantara 1). Tahap Persiapan, 2). Tahap pelaksanaan, 3). Tahapa evaluasi dan tindak lanjut dari aksi yang telah digunakan untuk menjawab tantangan yang guru temukan saat proses pembelajaran PJOK. Adapun ketiga tahapan ini saling berhubungan erat satu sama lain agar proses dapat berjalan dengan baik. Berikut uraian masing-masing tahapan yang guru lakukan sebagai aksi dalam menjawab tantangan yang ada dalam proses pembelajaran PJOK :

  1. Tahap Persiapan
  2. Guru Menganalisis proses pembelajaran PJOK dan mencatat kelemahan-kelemahan yang ada saat proses pembelajaran PJOK berlangsung.
  3. Setelah guru mencatat kemudian guru memilih metode, model, pendekatan dan strategi pembelajaran agar dapat mengurangi bahkan menghilangkan kelemahan-kelemahan yang muncul dalam pembelajaran PJOK
  4. Setelah guru memilih metode, model pendekatan dan strategi pembelajaran, dilanjutkan dengan guru Menyusun Langkah-langkah melalui rencana pelaksanaan pembelajaran yang menuangkan Langkah-langkah terkait metode, model pendekatan dan strategi yang telah dipilih.
  5. Tahap persiapan terakhir apabila sudah selesai Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran adalah mempersiapkan sarana dan prasana sebagai penunjang proses pembelajaran yang akan dilaksanakan untuk mengurangi bahkan menghilangkan kelemahan dalam proses pembelajaran PJOK di kelas.
  1. Tahap Pelaksanaan
  2. Guru membariskan peserta didik di lapangan seperti hari biasa saat berolahraga
  3. Guru menyampaikan materi pembelajaran dan tujuan pembelajaran. Dan guru juga menyampaikan proses pembelajaran akan dikombinasikan dengan permainan suit.
  4. Guru mempersiapkan lintasan untuk melaksanakan pembelajaran dengan cara menjejerkan cone/kerucut dengan jarak 50 cm untuk masing-masing cone/kerucut. Kerucut di jejerkan menirukan ular yang berbelak-belok.
  5. Kemudian guru memberikan pengarahan kepada peserta didik untuk cara bermain “BASKET SUIT”, Adapun cara permainan yang disampaikan oleh guru sebagai berikut :
  6. Guru menyampaikan cara suit yang akan dimainkan adalah dengan cara menggunakan 1 tangan dengan 5 jari tangan, dalam proses suit boleh mengeluarkan 1, 2, 3, 4 atau 5 jari, kemudian jari yang dikeluarkan akan di kalikan dengan jari yang dikeluarkan oleh lawan mainnya, siapa yang dapat menjawab terlebih dahulu akan menjadi pemenangnya.
  7. Setelah menyampaikan cara bermain suitnya, guru menginstruksikan kepada peserta didik untuk membagi diri menjadi 2 kelompok besar dengan jumlah peserta didik putra dan peserta didik putri dibagi secara merata.
  8. Setelah peserta didik membagi menjadi 2 kelompok, peserta didik menempati posisi start masing-masing kelompok.
  9. Setelah mengambil posisi start peserta didik yang berada di posisi depan masing-masing diberikan bola basket.
  10. Peserta didik setelah memegang bola, tinggal menunggu aba-aba dari guru dengan peluit, apabila peluit sudah ditiup peserta didik pertama langsung berjalan ke depan secara zig-zag melewati cone/kerucut sambil menggiring bola basket.
  11. Dalam pelaksanaan menggiring bola basket secara zig-zag ke depan, apabila bertemu lawan dari arah yang berlawanan peserta didik harus berhenti dan melakukan suit (mengeluarkan jari ) kemudian mereka cepat-cepatan menjawab dengan mengkalikan jari yang dikeluarkan oleh peserta didik sendiri dan lawannya.
  12. Apabila mereka menjawab benar secara bersamaan maka suit diulangi kembali, namun apabila ada yang duluan menjawab dengan benar, maka peserta didik yang menang melanjutkan menggiring bola ke depan dan yang kalah keluar dari lintasan dan akan di lanjutkan oleh pemain berikutnya.
  13. Jika pemain sudah sampai di Pos Lawan, berarti pertandingan selesai, kemudian diulang kembali dengan pertandingan yang baru dengan catatan, peserta yang belum main di pertandingan selanjutnya diberikan kesempatan pertama, agar seluruh peserta didik dapat melakukan aktivitas menggiring dan bermain suit. begitu sampai seterusnya
  14. Setelah melaksanakan kegiatan permainan basket suit ini guru mengajak peserta didik untuk melaksanakan refleksi terkait proses pembelajaran yang dilaksanakan.
  1. Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut

Setelah menerapkan model, metode, pendekatan dan strategi pembelajaran yang digunakan dalam melaksanakan proses pembelajaran guru melaksanakan evaluasi apakah sudah dapat mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada dalam proses pembelajaran PJOK di kelas. Kemudian setelah mengevaluasi guru merencanakan tindak lanjut untuk tetap memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada dalam proses pembelajaran berikutnya.

REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK

  1. Hasil

Pelaksanaan pembelajaran PJOK melalui permainan basket suit memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Permainan ini mampu menarik minat peserta didik karena dikemas dalam bentuk permainan yang sederhana, menyenangkan, dan kompetitif secara sehat. Sebagian besar peserta didik menunjukkan antusias yang tinggi saat mengikuti kegiatan, terlihat dari keaktifan mereka dalam bergerak, bekerja sama, dan mengikuti aturan permainan sehingga dengan permainan basket suit ini dapat membantu mencapai tujuan pembelajaran dari segi pengetahuan dimana seluruh peserta didik mampu mencapai tujuan pembelajaran yang ditunjukkan dengan pencapaian hasil uji pengetahuan diatas KKTP, selain itu dari nilai keterampilan seluruh peserta didik mampu mempratikkan teknik dasar menggiring bola basket dengan baik dan benar, sedangkan dari penilaian sikap, seluruh peserta didik mampu menunjukkan sikap yang sportif, peduli dengan sesama, mampu bekerjasama, berahklak mulia.

  1. Dampak kepada peserta didik

Adapun dampak yang dirasakan oleh peserta didik setelah melaksanakan pembelajaran PJOK yang dikombinasikan dengan permainan basket suit adalah sebagai berikut :

  1. Dari aspek keterampilan gerak, peserta didik mulai mampu mengaplikasikan gerak dasar memantulkan bola basket dengan koordinasi yang lebih baik. Meskipun masih terdapat beberapa peserta didik yang belum tepat dalam teknik gerakan, secara umum terjadi peningkatan keberanian dan kepercayaan diri peserta didik dalam mencoba melakukan gerakan.
  2. Pada aspek sikap dan karakter, permainan basket suit membantu menumbuhkan nilai sportivitas, kejujuran, kerja sama, dan tanggung jawab. Peserta didik belajar menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap positif, serta mulai memahami pentingnya bermain sesuai aturan. Interaksi antarpeserta didik juga terlihat lebih baik, terutama dalam saling menyemangati dan bekerja sama dalam tim.
  1. Dampak kepada sekolah

Adapun dampak yang ditimbulkan dari proses pembelajaran PJOK yang dikombinasikan dengan permain basket suit terhadap sekolah antara lain :

  1. Kegiatan basket suit menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, aktif, dan penuh interaksi. Hal ini berdampak pada meningkatnya semangat peserta didik dalam mengikuti kegiatan sekolah,
  2. Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah
    Melalui permainan basket suit, seperti sportivitas, kejujuran, kerja sama, disiplin, dan saling menghargai. Nilai-nilai ini terbawa ke dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, baik di kelas maupun di luar kelas.
  3. Pembelajaran PJOK berbasis permainan seperti basket suit mendukung program sekolah sehat dengan meningkatkan aktivitas fisik peserta didik secara rutin.
  4. Inovasi pembelajaran PJOK melalui permainan sederhana namun bermakna menunjukkan bahwa sekolah mampu menerapkan pembelajaran kreatif dan kontekstual.
  5. Memperkuat Hubungan Sosial Antar warga Sekolah
    Interaksi positif yang terbangun selama permainan basket suit membantu mengurangi konflik antar peserta didik dan meningkatkan rasa kebersamaan.
  6. Efisiensi Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Sekolah
    Karena permainan basket suit dapat dilaksanakan dengan sarana sederhana, sekolah terdorong untuk memaksimalkan fasilitas yang ada. Hal ini membantu sekolah dalam mengelola keterbatasan sarana tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.

      4. Refleksi 4F

Refleksi ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat ketercapaian perbaikan dalam sebuah proses pembelajaran. Dalam setiap proses pembelajaran guru selalu melaksanakan refleksi, agar dapat mengetahui tingkat ketercapaian pembelajaran di setiap pertemuan sehingga di pertemuan selanjutnya dapat diperbaiki. Dalam kegiatan refleksi ini guru menggunakan model refleksi 4 F yaitu :

  1. Fact (Peristiwa)

Proses pembelajaran dilaksanakan di kelas IV B dimana saat proses pembelajaran berlangsung seluruh peserta didik hadir sebanyak 34 orang, cuaca sangat cerah dan sedikit panas, pada saat proses pembelajaran peserta didik dibagi menjadi 2 kelompok besar, aktivitas yang dilakukan peserta didik antara lain menggiring bola secara zig-zag melewati cone / kerucut yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan suit apabila terhadapat dengan lawan dari arah berlawanan. Dalam proses pembelajaran tersebut terlihat peserta didik  bersemangat dan termotivasi dalam beraktivitas gerak dan mencobanya, kemudian peserta didik juga terlihat lebih fokus saat bermain dan disiplin dalam menunggu giliran saat bermain. Selai saat proses pembelajaran berlangsung peserta didik dapat menunjukkan keterampilan menggiring bola basketnya secara percaya diri sehingga dapat secara mudah melihat peserta didik yang memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda.

  1. Filling (Perasaan)

Dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan guru merasa senang karena proses pembelajaran berjalan dengan baik, dimana peserta didik semua hadir dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Guru merasa Bahagia karena melihat seluruh peserta didik akur dan tidak ada perdebatan. Guru merasa, guru juga merasa gembira karena peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam menggiring bola secara percaya diri sehingga guru dengan mudah mengetahui kemampuan masing-masing peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.

  1. Findings (Pembelajaran)

Dari proses pembelajaran yang telah guru lakukan, guru mendapatkan pembelajaran dimana setiap materi yang diajarkan terlebih dahulu kita harus mengetahui karakteristik masing-masing peserta didik, sarana, kondisi lingkungan, sehingga kita dengan mudah menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dari hal tersebut akan menumbuhkan proses pembelajaran yang menyenangkan dan memberikan motivasi peserta didik, sehingga seluruh peserta didik dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

  1. Future (Penerapan)

Dari pembelajaran yang guru dapatkan, guru akan mencoba untuk menerapkan pembelajaran yang dikombinasikan dengan permainan di setiap proses pembelajaran yang akan guru lakukan ke depannya.

Refleksi dari Perwakilan Peserta didik

  1. Dari Kesawa Kelas VI B

Saat mengikuti permainan basket suit, guru merasa senang dan antusias karena permainan ini berbeda dari permainan basket biasanya. Permainan dilakukan secara berkelompok sehingga guru belajar bekerja sama dengan teman satu tim.

  1. Dari Olivia kelas VI B

Dalam permainan ini, guru belajar berpikir cepat untuk menentukan gerakan yang tepat dan mengeluarkan jari serta menjawab yang tepat sesuai aturan suit. Guru juga belajar sportivitas, seperti menerima hasil permainan dengan lapang dada, baik saat menang maupun kalah. Ketika kalah, guru berusaha tidak marah dan tetap menyemangati teman.

  1. Dari Ayu Sri kelas VI B

Permainan basket suit juga melatih konsentrasi dan keberanian, karena guru harus fokus pada aba-aba dan berani melakukan gerakan di depan teman-teman. Selain itu, tubuh guru menjadi lebih aktif bergerak sehingga terasa lebih sehat dan bugar.

  1. Dari Devago kelas VI B

Melalui permainan ini, guru menyadari bahwa kerja sama, kejujuran, dan semangat sangat penting dalam permainan. Guru berharap permainan seperti ini sering dilakukan karena menyenangkan dan membuat guru lebih bersemangat mengikuti pelajaran PJOK.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait