u3-18
PAPAN JURANG MATEMATIKA

SERUNYA BELAJAR MATEMATIKA OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN JURANG DI KELAS IIA SD NEGERI 1 PEGUYANGAN

I Made Gede Agus Sucaya, S.Pd.SD 

A. Situasi

Secara umum refleksi merupakan upaya untuk memikiran kembali atau merenungkan terhadap sesuatu yang sudah terjadi. Hal ini dilakukan untuk memahami, menilai, dan mengambil pelajaran darinya. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran sesuai dengan amanat yang terkandung Kurikulum Merdeka baik kegiatan tatap muka, intrakurikuler, maupun ekstra kurikuler. Dalam pelaksanaan kegiatannya perlu diadakan refleksi guna meningkatkan kualitas pembelajaran maupun meningkatkan kompetensi yang dimiliki guru.

Situasi yang dihadapi adalah kurangnya semangat dan partisipasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran matematika sehingga peserta didik merasa kurang menikmati proses pembelajaran. Rendahnya minat belajar peserta didik dapat berdampak negatif terhadap hasil belajar mereka. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan minat belajar peserta didik, salah satunya dengan menyajikan materi pembelajaran yang menarik dan relevan dengan pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif.

Dengan dasar pertimbangan dan latar pemikiran tersebut maka saya selaku guru yang mulai ditugaskan pada bulan Juli 2025 di Sekolah Dasar Negeri 1 Peguyangan mengadakan praktik baik dengan judul “Serunya Belajar Matematika Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Menggunakan Media Papan Jurang di Kelas IIA”.

Solusi pemecahan masalah hasil refleksi dibuat berupa praktik pembelajaran di kelas masing-masing yang dilakukan minimal seminggu sekali dan wajib didiseminasikan secara bergiliran dalam komunitas belajar sekolah Stupa Creativity secara bergiliran seminggu sekali secaya berkesinambungan.

B. Tantangan

Tantangan yang dihadapi untuk meningkatkan minat belajar peserta didik saat mengikuti pembelajaran di kelas adalah guru terbiasa melaksanakan pembelajaran secara satu arah sehingga pembelajaran menjadi berpusat pada guru dan guru kurang memanfaatkan media pembelajaran. Sehingga peserta didik kadang merasa bosan dengan situasi belajarnya. Untuk mengatasi tantangan tersebut perlu adanya kerjasama yang baik antara guru dengan peserta didik dalam mengembangkan metode dan media pembelajaran yang bervariasi dan inovatif serta menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Disamping itu guru juga perlu memahami karakteristik peserta didik dan menerapkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

C. Aksi

Dalam upaya menindaklanjuti tantangan yang dihadapi saya selaku guru melakukan tindakan atau aksi sebagai berikut yaitu melakukan praktek baik dengan judul “Serunya Belajar Matematika Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Menggunakan Media Papan Jurang di Kelas IIA”. Dalam hal ini terkait dengan peningkatan kompetensi guru, saya melakukan diskusi dengan teman sejawat terkait dengan media pembelajaran yang tepat sehingga kegiatan pembelajaran menjadi efektif, efesien dan sesuai dengan rencana pembelajaran kemudian melaksanakan pembelajaran sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat. Adapun secara rinci langkah aksi yang saya lakukan adalah sebagai berikut.

  1. Persiapan
  2. Guru menganalisis situasi yang terjadi bahwa di kelas melalui pengamatan langsung serta mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa.
  3. Guru merancang membuat sistem dengan peraturan, kesepakatan serta jadwal dan program yang jelas untuk disampaikan dalam sosialisasi terkait kegiatan yang akan dilakukan.
  4. Guru menyiapkan refleksi dengan menggunakan format 4 F yaitu Facts (Peristiwa), Feelings (Perasaan), Findings (Pembelajaran), dan Future (Penerapan). Kepala sekolah juga membuat contoh video dan tulisan praktik baik dengan teknik
  1. Pelaksanaan
    1. Langkah 1

Guru menyiapkan alat dan bahan berupa media “papan jurang” (papan penjumlahan dan pengurangan).

  1. Langkah 2

Tahap selanjutnya adalah peserta didik dibagi menjadi empat  kelompok. Guru memberikan petunjuk kerja. Masing-masing kelompok akan melakukan permainan estafet operasi hitung penjumlahan dan pengurangan. Semua anggota kelompok bergilir melakukan permainan sampai peserta didik mampu menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan dengan benar.

  1. Langkah 3

Tahap ke 3 akan dipilih kelompok yang dapat menyelesaikan permainan lebih awal, dan kelompok yang dapat menghitung seluruh pertanyaan dengan benar, kelompok

D. Refleksi Hasil dan Dampak

Hasil

         1) Setelah saya menerapkan pembelajaran “Serunya Belajar Matematika Operasi Hitung Penjumlahan  dan Pengurangan menggunakan Media Papan Jurang” peserta didik kelas IIA lebih antusias dan bersemangat dalam pembelajaran operasi hitung  di kelas. Selain mengoptimalkan kegiatan belajar di kelas dengan penggunaaan media Papan Jurang ini membawa dampak positif bagi saya dan peserta didik diantaranya :

a. Meningkatan motivasi siswa

          Siswa lebih termotivasi dalam belajar pelajaran matematika dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat.

b. Meningkatkan kolaborasi dan kekompakan peserta didik

      Melaluibelajar secara berkelompok, siswa akan melatih kekompakan serta kolaborasi dengan temannya dalam menyelesikan kasus yang diberikan ketika pembelajaran berlangsung.

c. Meningkatkan keterampilan kognitif peserta didik

Keterampilan kognitif atau kecerdasan siswa akan terasah jika pembelajaran dilakukan dengan menyenangkan serta mengacu pada tujuan pembelajaran dan capaian pembelajaran yang disasar.

d. Meningkatkan konsentrasi siswa

Siswa yang kurangkonsentrasi dalam menerima pembelajaran diakibatkanoleh kurang menariknya pembelajaran yang dikemas oleh guru atau dikarenakan oleh gangguan dari teman-temannya, maka dari itu penggunaan media pembelajaran yang tepat akan mampu meningkatkan konsentrasi belajar siswa sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

e. Terbiasa mengajak siswa melakukan refleksi baik di awal maupun di akhir pembelajaran.

Refleksi di awal dan diakhir pembelajaran penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar segala kekurangan dapat teratasi dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

f. Inovatif

Saya terbiasa mengajar dengan pembelajaran inovatif, bukan hanya ceramah dan latihan soal saja tapi sudah menggunakan metode, model, pendekatan atau strategi yang kekinian. Sesuai dengan perkembangan jaman.

g. Interaktif

Kemampuan mengelola kelas sangat penting. Komunikasi dua arah antara guru dan siswa mampu membangkitkan suasana kelas agar lebih hidup sehingga pembelajaran menjadi bermakna, menyenangkan dan berdampak bagi siswa.

h. Kolaborasi

Saya berkegiatan berkolaborasi dengan teman sejawat maupun kepala sekolah selaku penanggung jawab satuan pendidikan. Hal ini dilakukan untuk menambah wawasan guru serta meningkatkan kompetensi yang dimiliki guru untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi.

Dampak

Refleksi diri yang saya lakukan bertujuan untuk meninjau kembali kelebihan dan kekurangan yang saya miliki, yang menjadi perhatian dari refleksi adalah memperbaiki kekurangan yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan termotivasi untuk pembelajaran yang bermakna bagi siswa secara berkelanjutan. Saya terbiasa membuat catatan-catatan terkait kegiatannya setiap hari. Saya juga dapat mendokumentasikan kegiatannya baik dalam proses pembelajaran maupun tugas tambahan sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan.

       Dampak bagi siswa adalah dengan pembelajaran yang bervariasi dan inovatif mampu meningkatkan semangat belajar dan membangkitkan kembali gairah belajar siswa. Siswa juga mempunyai kesempatan untuk memberi penilaian kepada guru sehingga dapat menjadi bahan renungan bagi guru untuk memperbaiki atau mempertahankan kompetensi dalam pembelajaran maupun sikap terhadap siswa. Pembelajaran yang berpusat pada siswa dapat menambah wawasan siswa serta mampu mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki siswa.

Dampak bagi sekolah yang mengacu pada delapan dimensi profil lulusan yang menjadi landasan ketercapaian output sekolah yang lebih baik dan mampu bersaing di masyarakat.

Refleksi

Refleksi dilakukan dengan program dengan 4 F

  1. Facts (Peristiwa)

Pencatatan peristiwa dikelas penting dilakukan untuk mengetahui apa yang terjadi dikelas, apa yang harus dilakukan, dan apa hasilnya. Pencatatan peristiwa ini dapat dilakukan dengan cara melakukan observasi. Observasi kelas merupakan proses pengamatan sistematis terhadap kegiatan belajar mengajar di dalam ruang kelas. Kegiatan ini dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai berbagai aspek pembelajaran, termasuk metode pengajaran guru, partisipasi siswa, penggunaan media pembelajaran, serta kondisi lingkungan kelas secara keseluruhan.

  1. Feelings (Perasaan)

Selaku guru sudah saatnya saya berbenah untuk mengisi diri dengan berbagai kegiatan positif diantaranya menyelesaikan tugas-tugas administrasi serta mencari ide-ide baru terkait inovasi pembelajaran sehingga pembelajaran yang dilakukan dapat bermakna dan mendalam.

  1. Findings (Pembelajaran)

Pengalaman belajar akan berjalan dengan baik jika guru mampu menganalisis apa yang dipelajari, apa yang ditemukan, dan apa yang dipahami dari pengalaman tersebut. Tentunya tidak semua guru mampu melakukannya, namun melalui praktek baik “Serunya Belajar Matematika Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Menggunakan Media Papan Jurang di Kelas IIA”. Saya berharap diri saya memiliki pola pikir (mindset) yang mengarah pada perbaikan pembelajaran sehingga ketercapaian pembelajaran dapat terpenuhi.

  1. Future (Penerapan)

Pada tahap ini saya dituntut untuk mampu menentukan apa yang ingin lakukan selanjutnya, apa yang ingin capai, dan bagaimana cara penerapannya dalam kegiatan pembelajaran

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait