PENGALAMAN PERTAMA MEMINJAM BUKU DI PERPUSTAKAAN

Pengalaman Pertama Meminjam Buku di Perpustakaan

I Gede Agus Putra Mahotama

Ada seorang siswa kelas 5 bernama Oming. Hari itu, ia merasa sangat gugup untuk melangkah maju. Bukan karena ujian, bukan pula karena pelajaran matematika, melainkan karena ia akan meminjam dan membaca buku di perpustakaan sekolah untuk pertama kalinya.

Saat gilirannya tiba, Oming berjalan turun menuju perpustakaan bersama teman-temannya. Sesampainya di sana, ia melepas sepatunya dan melangkah masuk ke ruangan perpustakaan dengan hati berdebar. Petugas perpustakaan bertanya, “Kenapa, Oming?” Oming menjawab dengan gugup, “Tidak apa-apa, Bu, saya hanya ingin meminjam buku.”

Petugas perpustakaan pun tersenyum dan berkata, “Silakan ambil buku yang kamu suka.” Oming mulai melihat-lihat rak buku, tetapi ia masih merasa bingung memilih. Melihat hal itu, petugas perpustakaan bernama Ibu Anik mendekatinya dan bertanya, “Ada yang bisa Ibu bantu?” Oming menjawab, “Tidak usah, Bu Anik. Saya bisa memilih sendiri.” Akhirnya, Oming mengambil sebuah buku berjudul Kancil dan Harimau.

Oming akhirnya membaca dengan teman-temannya. Ia duduk di samping Agus dan berkata, “Hai, Agus, aku baru saja meminjam buku.” Agus menjawab, “Wah, buku apa itu?” Oming berkata, “Aku meminjam buku berjudul Kancil dan Harimau.” Agus pun berkata, “Sepertinya ceritanya bagus.” Oming membaca buku itu dengan penuh semangat hingga selesai.

Setelah selesai membaca Ibu Guru meminta semua anak kembali ke kelas. Sesampainya di kelas Ibu Guru pun bertanya, “Siapa yang mau maju untuk bercerita?” Dengan penuh keberanian, Oming mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Ia pun maju ke depan kelas dan menceritakan kembali isi buku yang telah dibacanya dengan percaya diri.

Sejak saat itu, Oming mulai menyukai kegiatan membaca. Ia menjadi lebih sering berkunjung ke perpustakaan dan mengajak teman-temannya untuk membaca bersama. Pengalaman pertamanya meminjam buku di perpustakaan telah membuat Oming semakin mencintai dunia membaca.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait