BELAJAR MENYENANGKAN DAN KREATIF MATERI “PARINAMA ENTIK-ENTIKAN”
Ni Made Widiastiti, S.Pd.B
- SITUASI
Pada saat ini kita tidak memungkiri bahasa keseharian siswa baik di sekolah, di rumah dan di lingkungan masyarakat menggunakan bahasa Indonesia, sehingga tidak ada tuntutan untuk mempelajari bahasa Bali membuat siswa tersebut kurang antusias dalam proses pembelajaran bahasa Bali, apalagi dalam proses pembelajaran tersebut yang di dominasi oleh penjelasan materi dan diikuti dengan latihan soal yang monoton cenderung tidak mampu untuk mempertahankan minat dan motivasi siswa. Mayoritas siswa menunjukkan rasa jenuh, bosan, kurang fokus dan malas mengerjakan latihan soal. Selain itu tingkat sesuai dengan hasil observasi siswa cenderung lebih suka gaya belajar yang siswa tersebut terlibat langsung dalam proses pembelajaran baik dalam menemukan contoh dan lain sebagainya. Sehingga dalam pemenuhan kebutuhan tersebut diperlukan metode pembelajaran yang cocok untuk meningkatkan minat belajar siswa salah satunya dengan cara menyajikan pelajaran yang menarik dengan pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif.
2. TANTANGAN
Tantangan utama yang saya hadapi dalam pembelajaran bahasa Bali dimana guru mengalami kesulitan dalam menentukan metode pembelajaran yang harus digunakan, karena masing-masing siswa memiliki keinginan belajar yang berbeda. Selain itu sarana juga sangat menunjang untuk melaksanakan pembelajaran yang dapat menumbuhkan motivasi siswa. Bagaimana merancang pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan dunia nyata siswa.
3. AKSI
Adapun aksi atau kegiatan yang saya lakukan dalam penerapan metode pembelajaran dalam meningkatkan antusiasisme siswa adalah sebagai berikut:
- Di awal pembelajaran guru menyampaikan materi terlebih dahulu terkait dengan parinama entik-entikan.
- Guru menjelaskan cara bermain kepada siswa.
- Guru menyiapkan soal di dalam jenis-jenis makanan yang tersedia dalam media gambar dengan materi parinama entik-entikan.
- Guru menyiapkan tempat/ piring untuk menaruh jenis-jenis makanan dalam media gambar.
- Siswa secara bergiliran maju ke depan mengambil tempat/ piring kemudian mengambil soal di dalam jenis makanan yang mereka pilih (minimal 5 soal).
- Siswa duduk kembali dan menjawab dan menempel soal yang terdapat dalam jenis-jenis makanan yang sudah siswa ambil
4. REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK
HASIL
Penerapan media gambar makanan dalam pembelajaran menunjukkan hasil yang positif dan terukur. Hasil utama yang dapat diamati meliputi: peningkatan keterlibatan aktif selama sesi latihan soal, dibandingkan dengan sebelumnya, peningkatan hasil belajar, kelas menjadi lebih hidup, interaktif, dan dipenuhi dengan diskusi antarsiswa terkait penyelesaian soal.
DAMPAK
DAMPAK PESERTA DIDIK
Kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan peserta didik diantaranya: Motivasi dan minat belajar meningkat yang mana siswa tidak lagi menganggap latihan soal sebagai beban, melainkan sebagai tantangan yang menyenangkan. Mereka antusias menunggu sesi pembelajaran. Pemahaman Konseptual yang Lebih Baik: Konteks gambar makanan yang nyata membantu siswa menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, Sehingga pemahaman menjadi lebih mendalam dan bermakna.
DAMPAK SEKOLAH
Praktik baik ini juga memberikan dampak positif di sekolah: Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Kelas, Inspirasi bagi guru Lain di sekolah.
REFLEKSI
1. PERISTIWA(FACTS):
Setelah penggunaan media gambar makanan, terjadi peningkatan signifikan dalam partisipasi siswa. Hampir seluruh siswa terlibat aktif, mampu menyelesaikan soal dengan lebih bersemangat dan tampak antusias selama proses pembelajaran berlangsung. Beberapa siswa bahkan mengajukan pertanyaan lanjutan dan berinisiatif membuat soal serupa.
2. PERASAAN(FEELINGS):
Saya merasa senang dan termotivasi melihat perubahan sikap belajar siswa. Suasana kelas yang awalnya cenderung pasif berubah menjadi dinamis dan penuh kegembiraan. Siswa juga tampak lebih percaya diri dan menikmati proses belajar.
3. PEMBELAJARAN(FINDINGS):
Penggunaan media visual yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan siswa terbukti efektif meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar. Pembelajaran berbasis konteks nyata memudahkan siswa memahami konsep abstrak dan menerapkannya dalam situasi yang bermakna.
4. PENERAPAN(FUTURE):
Kedepannya, saya berencana untuk mengembangkan variasi media serupa dengan tema lain yang relevan, seperti gambar transportasi, hewan, atau aktivitas sehari-hari lainnya. Saya juga akan mendokumentasikan praktik ini secara lebih sistematis dan berbagi dengan rekan guru untuk diseminasi lebih luas, serta mengeksplorasi integrasi teknologi sederhana seperti kuis digital untuk memperkaya pengalaman belajar.
