BELAJAR PERKALIAN BILANGAN DENGAN TEKNIK SUIT SAMBIL MENYUSUN PUZZEL BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA
Ni Ketut Suwiyadnyani, S.Pd.
- SITUASI
Pelajaran matematika di sekolah dasar sangat penting karena melatih kemampuan berhitung untuk kehidupan sehari-hari, membangun pondasi berpikir logis, kritis, sistematis dan kreatif, serta pemecahan masalah yang berkaitan dengan angka. Pelajaran matematika sangat bagus untuk perkembangan otak pada anak yang secara khusus berkaitan erat dengan berbagai kemampuan kognitif seperti kemampuan dalam mengambil keputusan serta memfokuskan pikiran pada objek tertentu.
Bagi sebagian siswa pelajaran matematika cukup sulit dipahami, bahkan ada yang menganggapnya sebagai pelajaran yang menakutkan. Adanya rasa takut atau cemas terhadap pelajaran matematika, serta kurangnya motivasi dan konsentrasi saat belajar. Kesulitan belajar matematika di SD umumnya karena faktor internal (kurang motivasi, konsentrasi, bosan, cemas) dan eksternal (metode guru monoton, kurang dukungan orang tua, sarana prasarana), meliputi kesulitan konsep, pemahaman simbol dan perhitungan.
Di Kelas III sekolah dasar, siswa sudah mulai mengenal operasi hitung bilangan dan kalimat matematika. Pada saat proses pembelajaran operasi hitung perkalian ketika guru menyampaikan materi konsep perkalian bilangan dengan cara penjumlahan berulang dan menghitung soal perkalian dari 1 sampai 10 mereka merasa terbebani ingatannya, karena menurut siswa itu masih sangat sulit. Siswa masih terjebak pada metode hafalan tanpa memahami bahwa perkalian adalah penjumlahan berulang. Hal ini menyebabkan rendahnya penguasaan materi jangka panjang karena siswa kurang terampil dalam berhitung dan siswa belum memahami cara menghitung penjumlahan dengan cepat.
- TANTANGAN
Tantangan yang saya hadapi ketika mengajar operasi hitung perkalian bilangan sebagai berikut.
- Siswa kurang motivasi dan cepat merasa bosan
Siswa sekolah dasar mudah bosan. Perkalian dianggap sebagai hafalan sehingga siswa kurang termotivasi dan kesulitan menerapkan perkalian dalam situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan bagi guru harus mampu menerapkan pembelajaran yang menarik, aktif dan menyenangkan agar konsep perkalian dapat dipahami
- Perbedaan tingkat kesiapan siswa
Dalam satu kelas terdapat siswa dengan kemampuan, kecepatan dan gaya belajar yang beragam seperti ada siswa yang masih kesulitan dalam penjumlahan bilangan dan ada yang sudah siap pada materi perkalian bilangan. Sebagai guru harus menyesuaikan karakteristik siswa dan menerapkan metode yang efektif.
- Keterbatasan media dan sarana pembelajaran
Tidak semua sekolah memiliki alat peraga matematika. Guru harus kreatif menggunakan benda sederhana di sekitar sekolah sebagai media konkret.
- Waktu pembelajaran yang terbatas
Keterbatasan jam Pelajaran membuat siswa kurang mengeplorasikan konsep secara mendalam dan latihan kontekstual yang cukup
Peran guru sebagai fasilitator yang mendampingi serta membimbing dalam kegiatan pembelajaran dan mempunyai tanggung jawab untuk merencanakan pembelajaran secara efektif dengan menggunakan media dan model pembelajaran yang tepat dan inovatif sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar siswa bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
Sebagai pendidik, harus mampu mengembangkan pembelajaran yang inovatif, berempati kepada siswa, dan menguasai kompetensi untuk mengembangkan potensi peserta didik secara holistik, mempersiapkan mereka menjadi individu yang kompeten dan berkarakter. Pendidik wajib memahami karakteristik siswa, merancang pembelajaran efektif, membimbing secara adil, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inspiratif.
Tantangan bagi saya untuk selalu berusaha menciptakan suasana belajar yang interaktif, menarik dan menyenangkan sambil bermain karena jika merasa senang maka materi yang disampaikan akan lebih mudah dipahami sehingga membangkitkan kembali semangat dan konsentasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan menjawab soal. Oleh karena itu, pembelajaran matematika harus dibuat menarik dan menyenangkan dengan menggunakan metode belajar sambil bermain sehingga mereka termotivasi untuk terus belajar dan latihan soal.
- AKSI
Dalam menghadapi tantangan yang dihadapi maka sebelum mengajar guru perlu memahami gaya belajar, minat, kesulitan, dan kondisi siswa agar bisa menyesuaikan strategi mengajar. Dengan mengetahui hal tersebut memudahkan guru dalam merancang pembelajaran yang efektif, menyiapkan perangkat mengajar, dan menciptakan suasana kelas yang kondusif untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
Adapun aksi yang saya lakukan dalam penerapan “Belajar Perkalian Bilangan Dengan Teknik Suit Sambil Menyusun Puzzel Bergambar Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa” yaitu sebagai berikut.
- Tahap persiapan
- Menganalisis karakteristik siswa dengan memberikan asesmen awal untuk mengetahui kemampuan, minat dan gaya belajar siswa agar pembelajaran sesuai dengan kebutuhan mereka
- Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran agar kegiatan belajar mengajar berjalan sistematis, terstruktur dan sesuai dengan tujuan pembelajaran
- Menentukan strategi atau metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa agar proses belajar efektif, bermakna, dan mencapai tujuan pembelajaran secara optimal
- Menyiapkan media pembelajaran konkret yang ada di lingkungan sekitar siswa untuk menanamkan konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami
- Tahap Pelaksanaan
- Guru memberikan salam, mengawali pembelajaran dengan berdoa bersama dan mengecek kehadiran siswa, memberikan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat mempelajari perkalian dalam kehidupan sehari-hari, serta memotivasi siswa agar tetap semangat dalam belajar.
- Guru menyiapkan media konkret agar siswa lebih mudah memahami materi tentang konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang.
- Guru menyampaikan peraturan belajar perkalian dengan teknik suit sambil menyusun puzzel bergambar. Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 4 orang kemudian membuat barisan saling berhadapan dengan kelompok lain.
- Siswa yang berada di barisan paling pertama akan melakukan suit dengan kelompok yang ada di hadapannya.
- Siswa yang menang dalam suit boleh bermain dengan melihat soal puzzle yang ditempel di papan tulis kemudian mencari gambar yang sesuai dengan angka jawaban dari soal perkalian tersebut di meja kelompoknya.
- Siswa yang kalah mundur ke barisan paling belakang kelompoknya dan belum mempunyai kesempatan untuk melihat dan menjawab soal. Jika kelompok yang menang sudah selesai maka siswa yang berada di barisan kedua melakukan suit lagi untuk menentukan pemain berikutnya dan kegiatan itu diulang pada barisan ketiga dan empat sampai semua puzzle selesai tersusun sesuai dengan soal perkalian di papan tulis.
- Kelompok yang selesai terlebih dahulu dalam menyusun puzzle ditetapkan sebagai kelompok pemenang apabila jawaban perkaliannya semua benar dan tepat sesuai pola gambar puzzlenya.
- Guru bersama siswa memberikan konfirmasi terkait kebenaran hasil pekerjaannya
- Siswa diberi kesempatan bertanya apabila ada hal yang belum dipahami terkait materi yang dipelajari
- Guru memberikan apresiasi kepada siswa yang mampu menyusun puzzle perkalian bilangan dengan cepat dan benar
- REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK
- Hasil
Dengan memanfaatkan media konkret (alat peraga) dan metode bermain yang menyenangkan pelaksanaan pembelajaran perkalian bilangan dengan teknik suit sambil menyusun puzzel bergambar dapat meningkatkan keaktifan siswa dan suasana kelas menjadi lebih seru dan menyenangkan. Sebagian besar siswa menunjukkan semangat dan antusias yang luar biasa saat mengikuti kegiatan, terlihat dari seluruh siswa mampu menyelesaikan permainan menyusun puzzle bergambar dengan benar.
Faktor keberhasilan dalam aksi ini dapat dilihat dari beberapa hal yang telah terjadi seperti siswa sudah tidak bingung lagi ketika menghitung soal perkalian, siswa sudah terampil dalam menghitung perkalian dasar 1- 10, siswa lebih terlihat semangat dan aktif dalam proses pembelajaran, dan mulai percaya diri dalam mengemukakan jawaban ataupun pendapatnya.
- Dampak
Mempelajari konsep perkalian berdampak besar bagi siswa yaitu mempercepat pemahaman konsep berhitung dalam matematika, meningkatkan keterampilan belajar logis dalam memecahkan masalah serta membangun rasa percaya diri dan motivasi belajar. Selain itu menumbuhkan nilai sikap rasa ingin tahu, sportif, jujur dan tanggung jawab. Siswa belajar menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap lapang dada, serta mulai memahami pentingnya bermain sesuai aturan. Interaksi antarsiswa juga terlihat lebih baik, terutama dalam sikap saling menghargai kemampuan teman dan tetap memberikan semangat kepada pasangan bermainnya.
- Refleksi 4 F
- Facts (Peristiwa)
Proses pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas III, dimana saat proses pembelajaran berlangsung siswa yang hadir sebanyak 32 orang dan 2 0rang siswa tidak sekolah karena sedang sakit. Dalam praktek ini saya menerapkan perkalian bilangan dengan teknik suit sambil menyusun puzzel bergambar. Siswa membentuk kelompok yang terdiri dari 4 orang kemudian membuat barisan saling berhadapan dengan kelompok lain. Siswa yang berada di barisan paling pertama akan melakukan suit dengan kelompok yang ada di hadapannya. Siswa yang menang dalam suit boleh bermain dengan melihat soal puzzle yang ditempel di papan tulis kemudian mencari gambar yang sesuai dengan angka jawaban dari soal perkalian tersebut di meja kelompoknya. Siswa yang kalah mundur ke barisan paling belakang kelompoknya dan belum mempunyai kesempatan untuk melihat dan menjawab soal. Jika kelompok yang menang sudah selesai maka siswa yang berada di barisan kedua melakukan suit lagi untuk menentukan pemain berikutnya dan kegiatan itu diulang pada barisan ketiga dan empat sampai semua puzzle selesai tersusun sesuai dengan soal perkalian di papan tulis. Kelompok yang selesai terlebih dahulu dalam menyusun puzzle ditetapkan sebagai kelompok pemenang apabila jawaban perkaliannya semua benar dan tepat sesuai pola gambar puzzlenya.
- Feelings (Perasaan)
Dalam proses pembelajaran terlihat anak-anak merasa senang, antusias dan semangat karena mereka bermain suit untuk mengetahui soal perkalian yang akan dikerjakan. Seluruh siswa terlihat aktif dan tidak merasa takut lagi walaupun beberapa siswa masih menghitung jari tangan ketika menjawab soal perkalian. Saya selaku guru juga merasa senang karena proses pembelajaran berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Dalam proses belajar sambil bermain terlihat seluruh siswa bisa saling menghargai, sportif, jujur, brtanggung jawab sehingga tidak ada perdebatan atau perselisihan.
- Findings (Pembelajaran)
Dalam proses pembelajaran kita harus mengetahui gaya belajar, minat, kesulitan, dan kondisi siswa agar bisa menyesuaikan strategi mengajar. Dengan mengetahui hal tersebut memudahkan guru dalam merancang pembelajaran yang efektif, menyiapkan perangkat dan media mengajar serta menciptakan suasana kelas yang kondusif untuk mencapai hasil belajar yang optimal
- Future (Penerapan)
Langkah penerapan ke depannya yang akan dilakukan adalah tetap menyiapkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan mengkombinasikan proses pembelajaran dengan metode permainan agar siswa merasa senang dan semangat belajar
