PENERAPAN MEDIA INOVATIF PUZZLE PENGURANGAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS III SD NEGERI 1 PEGUYANGAN
Ni Putu Tuti Wilandari, S.Pd. SD
SITUASI
Adapun latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini adalah 1) Kurangnya semangat dan antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran matematika. 2) Peserta didik merasa bosan dengan pembelajaran yang monoton dan kurang bervariasi dalam pemberian LKPD, sehingga tidak merasa antusias untuk mengikuti proses pembelajaran.
Praktik ini penting untuk dibagikan karena dapat menimbulkan dampak yang positif dalam proses pembelajaran yaitu sebagai bentuk refleksi diri bagi seorang pendidik untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, serta mendorong pendidik untuk lebih kreatif dalam mendesain pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Praktik pembelajaran ini juga diharapkan bisa menjadi referensi dan inspirasi bagi rekan-rekan guru yang mengalami masalah yang sama dengan yang saya temukan di sekolah tempat saya mengajar.
Peran dan tanggung jawab pendidik dalam praktek ini adalah mengawali dengan mengidentifikasi masalah yang ada di lingkungan sekolah, kemudian menganalisis penyebab masalah tersebut, mencari solusi dari masalah tersebut berdasarkan hasil kaji literatur, wawancara teman sejawat, dan para pakar, serta dilanjutkan dengan menentukan solusi yang tepat, meliputi mendesain pembelajaran yang kreatif dan inovatif, menggunakan model, metode, dan media pembelajaran yang interaktif, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan bisa meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada materi operasi hitung pengurangan di kelas III SD Negeri 1 Peguyangan.
TANTANGAN
Pembelajaran merupakan sebuah proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam suatu lingkungan belajar untuk mencapai sebuah tujuan pembelajaran. Dalam sebuah proses pembelajaran yang ingin dicapai sering menemukan tantangan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Adapun tantangan yang dihadapi guru untuk meningkatkan minat belajar peserta didik saat mengikuti pembelajaran di kelas adalah guru terbiasa melaksanakan pembelajaran secara satu arah sehingga pembelajaran menjadi berpusat pada guru dan guru kurang memanfaatkan media pembelajaran yang dapat menarik minat belajar peserta didik. Sehingga peserta didik kadang merasa bosan dengan situasi belajarnya.
AKSI
Untuk mengatasi tantangan tersebut perlu adanya kerjasama yang baik antara guru dengan peserta didik dalam mengembangkan metode dan media pembelajaran yang bervariasi dan inovatif serta menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Disamping itu guru juga perlu memahami karakteristik peserta didik dan menerapkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Guru menggunakan media inovatif puzzle pengurangan sebagai upaya meningkatkan minat belajar peserta didik di kelas IIIA dan model pembelajaran yang inovatif yaitu Problem based learning (PBL), merancang LKPD, membuat PPT, membuat bahan ajar, menyiapkan instrumen penilaian berupa penilaian pengetahuan, penilaian sikap, dan penilaian keterampilan (presentasi), dan melakukan refleksi pada akhir pembelajaran. Pelaksanaan praktik pembelajaran dilakukan pada hari Jumat, 12 September 2025. Di kelas III A SD Negeri 1 Peguyangan.
Langkah Aksi
Langkah 1: Menyampaikan materi
Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, berdoa bersama, melakukan absensi, melakukan apersepsi, memotivasi peserta didik, menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyampaikan materi operasi hitung pengurangan
Langkah 2: Menyediakan media pembelajaran inovatif
Guru menyiapkan alat dan bahan berupa media puzzle penjumlahan dan pengurangan. Media ini akan digunakan bermain estafet. Media ini terdiri dari lembaran soal pengurangan dan sebuah potongan puzzle yang terdapat hasil operasi hitung pengurangan. Jika semua soal diselesaikan dengan benar, potongan puzzle itu akan membentuk sebuah karakter.
Langkah 3: Peserta didik dibagi menjadi empat kelompok
Peserta didik yang dibagi menjadi empat kelompok akan melakukan permainan estafet.
Langkah 4 : Peserta didik melakukan permainan estafet
Guru memberikan petunjuk kerja. Masing-masing kelompok akan melakukan permainan estafet operasi hitung pengurangan.
Guru menempelkan lembaran puzzle yang dilengkapi dengan operasi hitung pengurangan. Anggota kelompok bergiliran melakukan permainan dengan menjawab soal pengurangan sampai semua potongan puzzel tersusun membentuk sebuah karakter. Jika semua potongan puzzle ditempel, anggota kelompok akan menyebutkan karakter yang terbentuk. Anggota kelompok yang dapat menyelesaikan lebih awal, itulah yang akan menjadi pemenangnya.
REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK
- HASIL
Setelah saya menerapkan pembelajaran “Penerapan Media Inovatif Puzzle Pengurangan sebagai Upaya Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik” di kelas IIIA lebih antusias dan bersemangat dalam pembelajaran operasi hitung di kelas. Selain mengoptimalkan kegiatan belajar di kelas dengan penggunaan media Puzzle ini membawa dampak positif bagi pendidik dan peserta didik diantaranya:
- Peningkatan motivasi peserta didik
- Meningkatkan kolaborasi dan kekompakan peserta didik
- Meningkatkan keterampilan kognitif peserta didik
- Meningkatkan konsentrasi peserta didik dalam pembelajaran.
- DAMPAK PESERTA DIDIK
Setelah terlaksananya kegiatan pembelajaran bermain puzzle operasi hitung pengurangan di kelas dapat terlihat perubahan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menjadi lebih fokus, antusias, semangat dan tidak mudah bosan dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu siswa lebih aktif berkolaborasi, bertanya, dan berdiskusi dengan teman.
- DAMPAK SEKOLAH
Dampak yang ditimbulkan setelah terlaksananya pembelajaran ini tentunya membuat proses pembelajaran lebih efektif, bermakna dan berpusat pada siswa sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar dan capaian kompetensi siswa. Sekolah lebih optimal dalam menggunakan teknologi, media pembelajaran, dan sumber belajar yang beragam untuk mendukung proses pembelajaran. Prestasi akademik dan nonakademik sekolah tentunya mengalami peningkatan, sehingga sekolah lebih siap bersaing di tingkat lokal maupun nasional. Secara keseluruhan, pembelajaran inovatif menjadikan sekolah sebagai lingkungan belajar yang dinamis, berkualitas, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara optimal.
- REFLEKSI
Setelah saya melakukan pembelajaran ini, saya akan melakukan refleksi program dengan 4 F yaitu :
- Fact (Peristiwa)
Dalam kegiatan ini, saya menerapkan pembelajaran pada pelajaran matematika dengan tema “Penerapan Media Inovatif Puzzle Pengurangan sebagai Upaya Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik” pada materi operasi hitung bilangan cacah. Dalam kegiatan pembelajaran berlangsung, siswa dibagi menjadi empat kelompok yang nantinya akan melakukan kegiatan estafet dalam menyelesaikan operasi hitung pengurangan bilangan. Peserta didik terlihat antusias dan bersemangat dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Dari hasil kegiatan pembelajaran yang saya lakukan, dapat saya amati adanya perubahan pada keaktifan dan motivasi belajar siswa yang lebih meningkat. Awalnya suasana kelas terasa pasif, sebagian besar siswa hanya mendengarkan penjelasan guru tanpa berani bertanya atau mengemukakan pendapat. Setelah saya menerapkan pembelajaran inovatif, suasana kelas mulai berubah. menjadi lebih menarik, melibatkan diskusi kelompok, permainan edukatif, serta pembelajaran yang dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari peserta didik
- Feelings (Perasaan)
Selama proses pembelajaran berlangsung yang saya amati pada awal memulai pembelajaran inovatif merasa ragu dan khawatir. Muncul bermacam pertanyaan dalam benak. Salah satunya, apakah mungkin peserta didik saya akan mengalami perubahan dalam proses pembelajaran yang saya lakukan? Perlahan, siswa yang sebelumnya pasif mulai menunjukkan keberanian. Mereka mulai aktif bertanya, menjawab pertanyaan, dan berpartisipasi dalam kerja kelompok. Dari sanalah mulai merasa bangga akan perubahan yang terjadi.
- Findings (Pembelajaran)
Dalam kegiatan pembelajaran ini saya menemukan bahwa pembelajaran yang saya laksanakan ini membawa dampak besar dalam diri peserta didik yang dapat meningkatkan minat, keaktifan, dan kerjasama. Saya juga menyadari bahwa peran guru sebagai fasilitator sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Mampu mengikuti perkembangan dengan melaksanakan pembelajaran secara kontekstual. Sehingga peserta didik lebih mudah dalam memahami pembelajaran.
- Future (Penerapan)
Setelah saya melaksanakan kegiatan pembelajaran ini kedepannya, saya akan terus mengembangkan dan menerapkan pembelajaran inovatif secara konsisten dengan memperhatikan perbedaan karakter dan gaya belajar dari masing-masing peserta didik. Saya juga akan selalu mengupdate informasi terbaru, memperkaya metode, media, dan strategi pembelajaran, serta melakukan refleksi berkelanjutan agar kualitas pembelajaran yang saya laksanakan dapat memberi dampak positif bagi peserta didik.
