REFLEKSI UNTUK PEMBELAJARAN LEBIH BERDAMPAK
(REKAM JEJAK)
Luh Widyastuti, S.Pd
SITUASI
Belakangan ini kerap kita mendengar tentang refleksi. Semua kegiatan ada sesi refleksi. refleksi adalah kegiatan melihat ke dalam diri terkait kegiatan atau segala hal yang dilakukan baik pribadi maupun umum. Refleksi memang mirip dengan evaluasi namun refleksi lebih humanis, lebih memberi rasa nyaman pada diri dibandingkan dengan evaluasi yang bersifat kaku.
Di sekolah kami, Sekolah Dasar Negeri 1 Peguyangan yang terletak di Kota Denpasar, Bali sering mengadakan kegiatan-kegiatan mengaktualisasi program baik intrakurikuler, kokurikuler baik Kurikulum 2013 dan P5 untuk Kurikulum Merdeka (tahun 2023) serta ekstrakurikuler juga kegiatan yang sifatnya mendukung pendidikan peserta didik di sekolah. Agar kegiatan tersebut dapat ditingkatkan dalam prosesnya secara terus menerus, perlu diadakan refleksi. Selain itu refleksi dimaksud juga meningkatkan kompetensi pendidik dan seluruh warga sekolah.
Selain itu dari Rapot Pendidikan SDN 1 Peguyangan yang terbit bulan Mei tahun 2023 terdapat rekomendasi perbaikan kualitas pembelajaran yang setelah ditelusuri akar masalahnya berasal dari kurangnya guru melakukan refleksi pembelajaran.
Dengan dasar pertimbangan dan latar pemikiran tersebut maka saya selaku kepala sekolah yang mulai ditugaskan pada bulan Juni 2023 mengadakan program REKAM JEJAK ( Refleksi untuk Pembelajaran Lebih Berdampak) bagi guru dan tenaga kependidikan. Program ini meliputi penulisan refleksi oleh para guru, pegawai serta kepala sekolah dan diseminasi solusi pemecahan masalah dari tantangan, kendala serta permasalahan yang dihadapi saat guru melakukan refleksi. Solusi pemecahan masalah hasil refleksi dibuat berupa praktik pembelajaran di kelas masing masing yang dilakukan minimal seminggu sekali dan wajib didiseminasikan secara bergiliran dalam komunitas belajar sekolah Stupa Creativity secara bergiliran seminggu sekali. Kegiatan ini masih berlanjut hingga sekarang sebagai penerapan Hari Belajar Guru .
TANTANGAN
Tantangan yang dihadapi ketika melaksanakan praktik baik ini adalah sebagai berikut.
- Tidak semua guru memahami tentang esensi dan manfaat refleksi sehingga saya selaku kepala sekolah harus menjelaskan dan memberi contoh terlebih Pemahaman ini penting agar refleksi yang dibuat tidak asal-asalan, namun benar-benar dapat bermakna sebagai proses peningkatan kompetensi diri dan peningkatan kualitas program yang dijalankan di sekolah apalagi refleksi ditulis menggunakan media aplikasi google doc, canva atau ppt, dll dan diunggah di drive Bersama sebagai salah satu komitmen sekolah untuk mengurangi penggunaan kertas. Refleksi diharapkan menggunakan format 4 F yaitu Facts (Peristiwa), Feelings (Perasaan), Findings (Pembelajaran), dan Future (Penerapan)
- Banyak guru yang belum terbiasa bekerja secara online seperti menggunakan drive bersama sehingga perlu diberikan sosialisasi bagaimana mengunggah file, mengomentari dan membagikan file dari drive.
- Masih ada beberapa guru yang menganggap program ini menambah beban bagi guru. Dengan dasar itu saya mengadakan sosialisasi sebelum mulai melaksanakan praktik baik refleksi Sejatinya setiap program ataupun kegiatan perlu dilakukan refleksi guna meningkatkan kualitas program itu sendiri. Kita dapat mengambil hal hal baik dan memperbaiki yang kurang baik dari kegiatan tersebut. Selain siosialisasi saya membuat sistem atau aturan terlebih dulu dengan menghubungkan ke arah penilaian kinerja guru.
- Guru masih belum terbiasa menulis praktik baik, seperti apa dan bagaimana penulisan yang benar sehingga harus diberikan sosialisasi dan contoh penulisan yang benar. Dalam hal ini saya menggunakan penulisan dengan teknik STAR
AKSI
Dalam menghadapi tantangan yang dihadapi saya selaku kepala sekolah melakukan tindakan atau aksi sebagai berikut yaitu Pertama membuat sistem atau kesepakatan dan aturan untuk program REKAM JEJAK. Dalam hal ini saya mengkaitkan dengan penilaian kinerja guru dan pegawai. Kedua saya selaku inisiator program membuat rancangan dan langkah yang jelas untuk diikuti oleh guru dan pegawai sehingga kegiatan menjadi efektif, efesien dan mendatangkan manfaat. Ketiga memberi contoh, baik dalam hal tindakan atau pelaksanaan maupun karya/ hasil serta contoh teknis penulisan, sehingga guru dapat melakukan dengan jelas dan sesuai dengan yang diharapkan. Adapun secara rinci langkah aksi yang saya lakukan adalah sebagai berikut.
- Persiapan
- Kepala sekolah menganalisis situasi yang terjadi bahwa di sekolah yang dipimpin tidak pernah mengadakan evaluasi ataupun refleksi terhadap kegiatan yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan analisis rapot Pendidikan.
- Kepala sekolah membuat sistem dengan peraturan, kesepakatan serta jadwal dan program yang jelas untuk disampaikan dalam sosialisasi terkait kegiatan yang akan dilakukan.
- Kepala sekolah mempersiapkan contoh refleksi baik untuk diri sendiri, dan rekan sejawat guru. Refleksi diharapkan menggunakan format 4 F yaitu Facts (Peristiwa), Feelings (Perasaan), Findings (Pembelajaran), dan Future (Penerapan). Kepala sekolah juga membuat contoh video dan tulisan praktik baik dengan teknik STAR.
- Pelaksanaan
- Strategi pelaksanaan program REKAM JEJAK diawali dengan kepala sekolah mengumpulkan guru dalam kegiatan sosialisasi program REKAM JEJAK untuk menjawab tantangan yang dihadapi, merubah mainset guru menjadi guru yang mau belajar dan berubah kearah yang lebih baik mengikuti perkembangan jaman atau memiliki pola pikir bertumbuh. Dalam sosialisasi kepala sekolah menjelaskan tentang esensi dari sebuah refleksi. Disampaikan juga manfaat dari refleksi guru sehingga diharapkan tidak ada lagi guru yang mengeluh dalam melaksanakan refleksi apalagi menganggap refleksi sebagai beban. Kepala sekolah juga menyampaikan tentang dasar kebijakan yang diambil, peraturan, dan teknis pelaksanaan program seperti guru mengunggah tulisan refleksi ke dalam folder setiap minggu di drive bersama. Kepala Sekolah menyampaikan teknis program secara jelas dan terinci. Tulisan refleksi harus disertai foto Refleksi juga harus memperlihatkan perkembangan dari hari ke hari. Kepala Sekolah memberikan contoh refleksi dan penulisan praktik baik dengan teknik STAR.
- Program REKAM JEJAK ini melibatkan semua guru dan kepala sekolah serta pegawai.
- Proses pelaksanaan program dilakukan dengan setiap guru mengunggah tulisan refleksi setiap hari Sabtu di drive bersama lalu kepala sekolah memberikan tanggapan (mengomentari) refleksi yang dibuat guru. Kemudian guru melakukan tindak lanjut refleksi yang sudah dilakukan dengan melaksanakan praktik pembelajaran inovatif atau praktik baik minimal satu kali seminggu serta membuat laporan berupa tulisan dan video atau gambar bergerak disertai dengan narasi minimal dua video setiap bulan di drive bersama. Guru menulis penerapan pembelajaran inovasi untuk menjawab masalah, kendala atau tantangan dalam refleksi yang dibuat. Tulisan dibuat dengan teknik STAR lalu didiseminasikan dalam komunitas belajar Stupa Creativity seminggu sekali secara bergantian/ giliran. Manfaat dari diseminasi hasil refleksi berupa pembelajaran inovatif adalah guru yang lain dapat mengadopsi solusi atau tindakan yang dilakukan guru tersebut jika mengalami kendala yang sama selain itu guru dapat bertanggung jawab terhadap kegiatan atau tugas yang dilakukannya sebagai guru di sekolah.
- Setiap akhir kegiatan diseminasi kepala sekolah memberikan penguatan sehingga setiap guru dapat mengambil pelajaran dari apa yang dilakukan guru yang melakukan diseminasi atau bisa melakukan ATM (Amati Tiru Modifikasi) terhadap pendekatan, strategi, model atau metode yang digunakan untuk kelasnya masing masing.
- Adapun sumber daya yang digunakan adalah guru dan tenaga kependidikan serta kepala sekolah, aplikasi yang disediakan google maupun yang lainnya, serta perangkat projector, laptop atau komputer, internet, dan pengeras suara yang digunakan dalam diseminasi.
REFLEKSI HASSIL DAN DAMPAK
HASIL
Program ini sudah dilakukan sejak tahun 2023 dan masih berlanjut hingga sekarang. Dari hasil pengamatan maupun supervisi yang dilakukan terdapat hasil yang signifikan dari program REKAM JEJAK ini. Hasil yang terlihat adalah sebagai berikut.
- Peningkatan nilai Rapot Pendidikan SDN 1 Peguyangan secara umum tahun 2024 dan tahun 2025 sehingga sekolah kami mendapat predikat sekolah berkemajuan terbaik dan memperoleh BOS Kinerja dua kali berturut turut yaitu tahun 2024 dan 2025
- Refleksi sudah menjadi budaya di sekolah baik di dalam kelas maupun dalam setiap kegiatan sekolah. Dalam kegiatan di kelas guru sudah terbiasa mengajak siswa melakukan refleksi baik di awal maupun di akhir.
- Guru terbiasa ,mengajar dengan pembelajaran inovatif, bukan hanya ceramah dan latihan soal saja tapi sudah menggunakan metode, model, pendekatan atau strategi yang kekinian.
- Guru terbiasa bekerja online dengan aplikasi google atau sejenisnya seperti, terbiasa bekerja di canva, google doc, spreadsheet maupun drive.
- Guru terbiasa mengajar bukan hanya sekedar mengajak murid menghafal, atau berlatih soal, melainkan ,mengajak siswa ikut aktif dalam pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi bermakna, menyenangkan dan berdampak bagi siswa.
- Guru melakukan ATM dalam menghadapi permasalahan yang sama dan terbiasa berbagi praktik baik dalam kesehariannya.
- Guru terbiasa berkolaborasi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi.
- Pegawai bekerja lebih efektif dan efesien.
DAMPAK
- Dampak bagi guru menjadi lebih disiplin dalam melaksanakan tugas karena dengan refleksi diri mampu melihat kekurangan dan kelebihan diri sendiri sebagai guru secara berkelanjutan. Setelah dilaksanakan program refleksi guru lebih tertib dalam melaksanakan Guru terbiasa membuat catatan-catatan terkait kegiatannya setiap hari. Guru lebih termotivasi metancang pembelajaran yang bermakna bagi murid. Guru juga menjadi lebih rajin dalam membuat dokumentasi kegiatannya baik dalam proses pembelajaran maupun tugas tambahan sehingga memudahkan untuk melengkapi tagihan yang diminta dalam mengikuti seleksi program tertentu.
- Dampak bagi siswa pembelajaran yang diperoleh menjadi bevariasi dan tidak monoton serta membosankan. Siswa juga mempunyai kesempatan untuk memberi penilaian kepada guru sehingga dapat menjadi bahan renungan bagi guru untuk memperbaiki atau mempertahankan kompetensi dalam pembelajaran maupun sikap terhadap siswa. Pembelajaran berdampak bagi siswa, menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.
- Dampak bagi sekolah tentunya dapat meningkatkan kualitas lulusan dengan adanya kemampuan guru yang meningkat baik dalam akademik maupun peningkatan karakter siswa sesuai dengan delapan dimensi profil lulusan.
REFLEKSI
Saya akan melakukan refleksi program dengan 4 F
- Facts (Peristiwa)
Program REKAM JEJAK ini pada awalnya banyak mendapat tantangan dari para guru yang merasa terbebani. Hal itu merupakan tantangan terbesar khususnya merubah mainset guru ke pola pikir berkembang yaitu menerima hal baru yang baik dan bermanfaat walaupun dirasa merepotkan. Namun lama kelamaan seiring berjalannya waktu program ini berjalan seperti air yang mengalir dan tentunya sangat bisa dilakukan lalu menjadi terbiasa dilakukan.
Dari hasil pengamatan dan supervisi yang dilakukan terhadap semua guru, saya melihat perubahan yang terjadi dari kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran, berinteraksi dengan siswa serta pemanfaatan waktu yang efektif di jam kerja para guru dan pegawai. Belajar sudah menjadi budaya guru dan pegawai dengan saling berkolaborasi. Menurut saya program ini berhasil baik walaupun awalnya ada keterpaksaan namun pada akhirnya dengan pendekatan yang humanis kegiatan ini menjadi budaya.
2. Feelings (Perasaan)
Saya selaku kepala sekolah tentunya merasa senang dengan kemajuan yang terlihat pada diri guru dan sangat respek melihat bagaimana guru memanfaatkan waktu nya dengan baik. Yang dulunya hanya digunakan untuk ngobrol setelah selesai mengajar, sekarang sudah lebih banyak digunakan untuk melengkapi administrasi kelas atau mengerjakan tugas tambahan
3. Findings (Pembelajaran)
Pembelajaran pertama bahwa terkadang hal baik harus dipaksakan dengan membuat sistem sehingga lama-lama menjadi sebuah budaya yang baik. Bahwa refleksi sangat penting serta bermanfaat dalam menjalankan sebuah program baik itu pembelajaran di kelas maupun program sekolah karena dengan refleksi kegiatan akan lebih terarah, efektif dan efesien serta meningkatkan kualitas program / kegiatan secara berkelanjutan.
Hal yang sudah berjalan baik adalah kegiatan refleksi sudah membudaya dikalangan guru, siswa dan pegawai, guru terbiasa bekerja online, guru terbiasa merancang pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Guru menjadi lebih disiplin dari sebelumnya dan tertib dalam administrasi.
Hal yang harus diperbaiki dalam kegiatan ini adalah pengawasan terutama di awal program sebab beberapa guru menulis refleksi yang sama (copy paste) refleksi sebelumnya dan tidak ada kemajuan dalam kegiatannya. Beberapa guru menganggap kegiatan ini klise dan tidak mendatangkan manfaat sehingga tidak melakukan dengan sungguh-sungguh. Hal ini harus diantisipasi dan diatasi dengan kedisiplinan dalam pengawasan serta diskusi secara personal terkait tulisan refleksi yang diunggah guru. Kepala sekolah sebagai inisiator program harus mampu memberikan arahan serta teladan sehingga dapat diikuti oleh guru dan pegawai
4. Future (Penerapan)
Langkah penerapan ke depannya yang akan dilakukan adalah tetap mempertahankan program ini dan selalu melakukan evaluasi setiap tahun dan meminta masukan atau saran dari guru dan pegawai untuk perbaikan dan peningkatan kualitas program.
