TARIK JAWAB BALOK STACKO (TAWA LOKTA) KELAS II B SD NEGERI 1 PEGUYANGAN
- Wiratini, S.PD
- SITUASI
Adapun situasi yang saya temukan di kelas II B ketika mengajar Matematika, saya membagikan soal mengenai bangun datar kepada perserta didik. Soal -soal tersebut hanya berisi pertanyaan isian tanpa aktivitas yang menarik. Ketika saya mulai menjelaskan untuk cara menjawab soal yang ditulis di papan tulis kepada perserta didik, beberapa perserta didik saya terlihat menguap, menunduk bahkan memainkan pensilnya. Ada juga perserta didik yang melamun, ada pula yang saling berbicara dengan teman sebangkunya.
Saya menyadari bahwa perserta didik merasa kurang bersemangat dalam menjawab soal yang diberikan. Hanya beberapa perserta didik yang benar-benar membaca dan mengerjakan soal dengan serius. Saat saya bertanya kepada perserta didik apakah ada yang belum memahami soal tersebut?. Anak-anak justru hening karena terlihat perserta didik tidak tertarik menjawab pertanyaan tersebut.
Dalam situasi ini saya sebagai guru merasa perlu mengevaluasi kembali cara menyajikan soal. Soal yang perlu saya buat agar menarik, penuh tantangan, bervariasi dan sesuai dengan perserta didik di kelas II B agar lebih menyenangkan. Bukan hanya menyenangkan tetapi supaya siswa lebih berkonsentrasi saat menjawab soal sehingga perserta didik lebih teliti saat menjawab soal.
- TANTANGAN
Yang menjadi tantangan saya di kelas II B yaitu membuat soal yang mengajak agar perserta didik fokus dan berkonsentrasi saat mengerjakan soal. Ketika saya menyajikan soal di papan tulis tanpa gambar, siswa ,mudah kehilangan perhatian. Hal tersebut terlihat ketika perilaku perserta didik mulai melamun, mengobrol, memainkan pensilnya dan mengerjakan soal tanpa membacanya dengan teliti.
Tantangan yang saya temukan juga rendahnya motivasi perserta didik dalam menjawab soal di papan tulis. Perserta didik umumnya di kelas rendah sangat membutuhkan aktivitas belajar yang menyenangkan. Apabila soal terasa sulit atau kurang menarik, perserta didik cendrung kurang maksimal mengerjakan dan tidak mencerminkan kemampuan sesungguhnya.
Tantangan lain yang saya temukan yaitu perbedaan karakter dan daya konsentrasi perserta didik yang beragam. Ada perserta didik yang fokus melihat soal di papan tulis dan mengerjakan dengan sungguh-sungguh namun ada juga yang cepat bosan dan ada perserta didik yang membutuhkan pendampingan lebih. Kondisi tersebut menuntut saya sebagai guru agar lebih sabar dan mampu mengelola kelas dengan baik agar seluruh perserta didik terlibat aktif saat pengerjaan soal.
- AKSI
Untuk menghadapi tantangan tersebut saya memutuskan untuk menerapkan pembelajaran menyenangkan melalui permainan Tawa Lokta sebagai upaya saya mengatasi kebosanan perserta didik terutama di kelas II B saat menjawab soal.
Kegiatan ini saya awali dengan menjelaskan aturan permainan secara jelas dan terstruktur. Harapannya agar seluruh perserta didik memahami cara bermain dan tujuan kegiatan tersebut. Penjelasan tersebut saya lakukan dengan bahasa sederhana dan mencontohkan langsung di depan agar siswa menjadi lebih mudah memahami. Langkah-langkah permainan tawa lokta sebagai berikut :
Persiapan kegiatan:
- Guru menyiapkan balok tawa lokta yang telah tersusun rapi berisi berbagai tulisan (soal bangun datar, “coba lagi ya”, dan “kamu mendapat bonus”) yang diselipkan di pinggir balok.
- Guru membuat 2 lingkaran 2 kelompok gunanya mencatat poin kelompok.
- Perserta didik diarahkan untuk berbaris sesuai kelompoknya agar dapat bermain dengan tertib.
Adapun aturan permainannya yaitu :
- Perserta didik tidak boleh menggambil tiga susunan balok paling atas agar perserta didik lebih fokus, berhati-hati dan mampu mengendalikan gerakan tangannya saat mengambil di susunan balok.
- Perserta didik yang menjatuhkan balok tidak akan mendapat poin kelompok, sehingga siswa terdorong agar lebih berhati-hati dan berkonsentrasi dalam mengambil balok.
- Apabila perserta didik mendapatkan balok yang bertuliskan “coba lagi ya”, perserta didik diberi kesempatan lagi untuk mengambil 1 balok saja. Jika baloknya masih bertuliskan “coba lagi ya” perserta tidak mendapatkan poin.
- Perserta didik yang mendapatkan tulisan balok
“kamu mendapat bonus” akan mendapatkan 1 poin tambahan tanpa menjawab soal.
- Jika tumpukan balok terjatuh artinya permainan sudah selesai.
Pelaksanaan permainan :
- Guru memberikan perserta didik berbaris dengan tertib bersama kelompoknya dan memberikan perserta didik suit untuk menentukan kelompok yang duluan menarik balok.
- Setelah balok diambil siswa membaca tulisan pada balok tersebut.
Ketentuannya sebagai berikut:
- Jika bertuliskan soal, perserta didik wajib menjawab soal bangun datar dengan benar untuk memperoleh poin.
- Jika bertuliskan “coba lagi ya” perserta didik diperbolehkan menggambil 1 balok tambahan. Apabila tulisan balok yang diambil sama, perserta didik tidak mendapat poin.
- Jika bertuliskan “kamu mendapat bonus” maka perserta didik tersebut mendapat poin tambahan tanpa menjawab soal.
Penilaian dan penguatan yang dilakukan di kelas :
- Guru mencatat langsung poin di papan tulis saat permainan berlangsung.
- Guru memberikan penguatan positif berupa pujian atau tepuk tangan kepada perserta didik yang mengikuti dengan tertib.
- REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK
- HASIL
Kegiatan pembelajaran melalui permainan Tarik Jawab Balok Stacko (Tawa Lokta) memberikan pengalaman belajar baru untuk perserta didik. Perserta didik merasa lebih semangat menjawab soal dan lebih berkonsentrasi.
- DAMPAK PESERTA DIDIK
Perserta didik lebih termotivasi dan antusias dalam menjawab menggunakan permainan Tawa Lokta. Perserta didik berani memberikan jawaban, lebih fokus serta aktif selama kegiatan berlangsung. Selain itu permainan ini juga melatih kerjasama, sportivitas, disiplin dan sikap menghargai antar teman. Kepercayaan diri perserta didik juga meningkat karena pembelajaran berlangsung menyenangkan.
- DAMPAK SEKOLAH
Penerapan permainan ini memberikan dampak positif bagi sekolah, yaitu terciptanya pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan. Kegiatan ini juga mendukung penerapan pembelajaran inovatif dan berpusat pada perserta didik sesuai dengan Kurikulum Merdeka.
- REFLEKSI
(Refleksi 4 F)
- Facts (Peristiwa)
Saat kegiatan permainan berlangsung, perserta didik mengikuti permainan Tawa Lokta secara berkelompok. Setiap perserta didik secara bergiliran menarik balok dan menjawab pertanyaan sesuai aturan permainan. Kegiatan berlangsung cukup tertib karena seluruh perserta didik taat dengan aturan yang sudah disepakati bersama.
- Feelings (Perasaan)
Perasaan yang dialami perserta didik seluruhnya merasakan cukup senang dengan penyajian soal melalui permainan Tawa Lokta. Perserta didik juga menyampaikan sangat bersemangat dan menegangkan untuk menunggu gilirannya karena saat pengambilan balok harus sangat berhati-hati sekali. Saya sebagai guru merasa sangat terbantu karena perserta didik lebih aktif, brani menjawab pertanyaan serta lebih percaya diri.
- Findings (Pembelajaran)
Dalam kegiatan ini pembelajaran yang sangat berarti yaitu ketika perserta didik belajar untuk berkerja sama, bersabar menunggu gilirannya dan bertanggung jawab dengan pendapatnya. Permainan ini juga membantu meningkatkan kemampuan berpikir perserta didik, konsentrasi dan melatih sikap sportivitas dalam bermain.
- Future (Penerapan)
Untuk penerapan kedepannya, permainan Tawa Lokta ini bisa terus digunakan sebagai salah satu variasi pemberian soal kepada perserta didik. Saya sebagai guru akan mengembangkan kembali ke soal-soal yang lebih beragam dan menyesuaikan dengan materi berikutnya.
