u3-12
WARUNG MATEMATIKA

BELAJAR MATEMATIKA OPERASI HITUNG PADA BILANGAN CACAH SAMPAI 100.000 YANG ASYIK DAN MENYENANGKAN MELALUI BERBELANJA SERU DI WARUNG MATEMATIKA (WARTEK)

KELAS VA SD NEGERI 1 PEGUYANGAN

 

Ni Wayan Eka Perima Dewi,S.Pd

SITUASI

Berdasarkan observasi  di kelas VA, situasi yang saya hadapi di kelas ketika mengajar Matematika adalah konsentrasi siswa yang kurang fokus dan kurang semangat. Kegiatan pembelajaran yang diawali dengan penjelasan atau penyampaian materi kemudian diberikan latihan soal  yang monoton membuat siswa merasa cepat bosan, terlihat pasif, mengantuk, malas belajar karena kurang menyenangkan (minimnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif), dan bahkan kehilangan motivasi sehingga kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran dan menjawab soal. Siswa juga kurang  menyukai mata  pelajaran matematika dengan alasan yang beragam, apalagi soal Matematika yang bersifat hitungan. Terlihat hanya beberapa siswa yang mau serius mengerjakan soal Matematika, sedangkan yang lain terlihat sering mengobrol dengan temannya, menyontek jawaban dari teman lain tanpa membaca soal sehingga menyebabkan siswa tidak memahami materi yang sudah diajarkan. Selain itu, gaya belajar siswa kelas VA yang sebagian besar kinestetik dan kondisi emosional siswa yang berbeda-beda antara siswa satu dengan yang lainnya membuat suasana belajar kurang kondusif.

TANTANGAN

Pembelajaran merupakan suatu proses perubahan tingkah laku baik aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dalam mengemban tugas, pendidik menjadi kunci utama dalam proses pembelajaran, karenanya dituntut selalu melakukan inovasi pembelajaran mencakup penemuan dan pemanfaatan media, metode pembelajaran, pengelolaan kelas, dan mengatur strategi pembelajaran dengan baik.

Sebagai guru kelas, saya merasa bertanggung jawab untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa . Dari situasi yang saya hadapi, tentunya tantangan bagi saya untuk bisa mengembangkan  metode dan media pembelajaran yang bervariasi dan inovatif serta menciptakan suasana belajar yang kondusif, asik, menarik, dan menyenangkan. Jika siswa sudah merasa senang maka materi yang disampaikan akan lebih mudah dipahami  sehingga membangkitkan kembali semangat, konsentrasi, dan keantusiasan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan menjawab soal. Di samping itu saya juga perlu memahami karakteristik siswa dalam menerapkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

AKSI

Untuk mengatasi tantangan tersebut perlu adanya kerjasama yang baik antara guru dengan siswa dalam mengembangkan metode dan media pembelajaran yang bervariasi dan inovatif serta menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Guru perlu memahami karakteristik siswa dan menerapkan media pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan siswa. Berdasarkan situasi dan tantangan yang dihadapi, langkah yang saya lakukan merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa,  dengan menerapkan metode dan media pembelajaran inovatif yang menarik menggunakan media gambar makanan ringan/snack, gambar buah–buahan, dan gambar minuman yang sudah tertera harganya untuk menciptakan nuansa warung melalui kegiatan “Berbelanja Seru di Warung Matematika” yang mengubah suasana kelas menjadi seperti warung.  Dalam kegiatan ini siswa bisa memilih dan membeli barang yang mereka inginkan. Setelah itu siswa akan menghitung total harga barang yang mereka beli pada nota belanja, berapa uang yang digunakan membayar, dan menghitung sisa uang kembalian. Kegiatan ini akan memberikan pengalaman belajar bagi siswa untuk belajar lebih mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan karena langsung dihadapkan pada permasalahan sehari-hari siswa.

  

  Langkah Aksi

  Langkah 1: Penyampaian materi secara singkat

Guru menyampaikan salam, mengawali pembelajaran dengan berdoa bersama, mengbsensi kehadiran siswa, memberikan apersepsi, memotivasi siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan menyampaikan materi terkait dengan operasi hitung bilangan cacah sampai 100.000.

Langkah 2: Guru menyediakan media pembelajaran inovatif

Guru menyediakan 3 kategori barang yang dijual di Warung Matematika. Guru juga menyediakan nota perorangan dan nota kelompok serta media uang rupiah yang sudah dipotong–potong.

Langkah 3: Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok terdiri dari 5-6 orang

Siswa dibagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 5-6 anggota dengan diawali berhitung 1-6 secara berulang untuk membentuk kelompok. Setelah itu setiap siswa dalam kelompok wajib mengambil nota belanja mandiri dan wadah belanja untuk menaruh barang belanjaan. Ketua kelompok mengambil satu nota belanja kelompok dan amplop berisi uang mainan yang diberikan oleh guru.

Langkah 4: Siswa satu persatu melakukan kegiatan berbelanja di Warung  Matematika

Setelah siswa memperoleh nota belanja mandiri dan wadah, kemudian siswa mulai berbelanja di Warung Matematika (WarTek) dengan anggota kelompoknya. Setiap siswa pada kelompok dipersilahkan memilih menu yang mereka ambil minimal dua menu pada setiap kategori. Setelah berbelanja barang yang dibeli, lalu siswa duduk bersama kelompoknnya. Untuk setiap menu makanan sudah tertera daftar harganya, jadi siswa bisa langsung memilih dan mengambil sendiri makanan yang mereka inginkan.

Langkah 5: Siswa menempelkan dan  mulai menghitung total harga dari setiap menu yang dipilih pada nota perorangan.

Setelah memilih menu yang mereka inginkan, masing–masing siswa menempel semua menu makanan yang dibeli pada lembar nota perorangan dan  menghitung total harga dari setiap menu  yang mereka pilih pada masing-masing kategori. Kemudian dilanjutkan dengan menentukan total keseluruhan dari tiga kategori dan menghitung jumlah nominalnya secara mandiri. Setelah selesai menghitung total belanjaan secara mandiri, lalu nota belanja mandiri tersebut diserahkan kepada ketua kelompok masing–masing dan digabungkan ke dalam nota kelompok. Setelah itu  dihitung jumlah keseluruhan belanja kelompoknya.

Langkah 6 : Siswa mengumpul nota belanja perorangan dan nota belanja kelompok kepada guru.

Ketua kelompok menyerahkan nota kelompok yang berisi jumlah nominal belanja kelompoknya kepada guru dan menyerahkan sejumlah uang yang digunakan untuk membayar barang yang sudah dibeli sekaligus menghitung sisa uang kembali. Guru selaku kasir mengecek kebenaran harga barang yang dibayar.

REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK

  1. HASIL

Hasil yang dapat dilihat dari kegiatan yang sudah saya lakukan sebagai berikut:

  • Penggunakan metode dan media pembelajaran yang inovatif sangat membantu meningkatkan pemahaman siswa akan materi yang dipelajari, dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bilangan cacah hingga 100.000.
  • Pemilihan metode pembelajaran yang berpusat kepada siswa terbukti dapat meningkatkan keaktifan, dan motivasi belajar siswa yang terlihat dari keantusiasan siswa dalam kegiatan melakukan simulasi dan menyelesaikan soal- soal.
  • Menumbuhkan kemandirian siswa dalam mengerjakan soal-soal Matematika dan kolaborasi siswa dalam kelompok dengan baik.
  • Penggunaan metode dan media pembelajaran inovatif juga berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih berkesadaran,  menyenangkan, dan bermakna.
  1. DAMPAK

Kegiatan pembelajaran berbelanja di Warung Matematika yang saya lakukan di kelas VA memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan siswa diantaranya:

  • Motivasi dan minat belajar siswa meningkat:siswa tidak lagi menganggap latihan soal sebagai beban, melainkan sebagai tantangan yang menyenangkan. Mereka antusias menunggu sesi pembelajaran.
  • Pemahaman konseptual yang lebih baik karena dengan konteks gambar makanan, minuman, dan snack membantu siswa menghubungkan materi matematika abstrak dengan kehidupan sehari-hari, sehingga pemahaman menjadi lebih mendalam dan bermakna.
  • Mengembangkan keterampilan sosial siswa dalam berdiskusi, kerja sama kelompok selama permainan, melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan rasa percaya diri siswa.
  • Menumbuhkan pola pikir positif terhadap pelajaran Matematika sebagai pelajaran yang aplikatif, relevan, dan dapat dikuasai.

        Dampak kegiatan yang dilakukan bagi sekolah tentunya dapat menciptakan peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan melalui siswa yang lebih aktif dan termotivasi, guru yang lebih profesional dan inovatif, serta lingkungan sekolah yang positif dan suportif, yang pada akhirnya meningkatkan reputasi dan standar sekolah. Praktik baik ini menumbuhkan budaya belajar yang kuat dikalangan guru dan siswa, meningkatkan kompetensi guru, memberikan solusi konkret bagi permasalahan pembelajaran di sekolah, menjadi referensi dan inspirasi bagi rekan-rekan guru di sekolah untuk memperkaya wawasan dalam penggunaan metode maupun media inovatif .

  1. REFLEKSI

  Saya akan melakukan refleksi program dengan 4F

  1. Facts (Peristiwa)

                      Dalam praktik ini, saya menerapkan pembelajaran matematika dengan tema “Berbelanja Seru di Warung Matematika (WarTek)” untuk materi operasi hitung bilangan cacah hingga 100.000. Siswa yang hadir mengikuti pembelajaran sebanyak 30 orang. Dalam pembelajaran siswa dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing beranggotakan 5–6 orang. Mereka melakukan simulasi berbelanja menggunakan media gambar makanan ringan, buah, dan minuman yang dilengkapi harga. Setiap siswa membuat nota belanja mandiri, menghitung total harga, menentukan jumlah pembayaran, dan menghitung kembalian. Kemudian, hasil perhitungan individu digabungkan dalam nota kelompok untuk dihitung total belanja kelompok. Dari hasil kegiatan pembelajaran ini saya melihat ada perubahan pada keaktifan dan motivasi belajar siswa yang lebih meningkat. Menurut saya kegiatan ini berhasil baik walaupun awalnya ada kecemasan, namun akhirnya semua berjalan lancar.

  1. Feelings (Perasaan)

              Selama proses pembelajaran, saya merasa senang dan optimis dengan kemajuan yang terlihat pada diri siswa. Siswa yang awalnya pasif menjadi aktif dan bersemangat. Ada perasaan bangga ketika siswa terlibat langsung, bekerja sama dalam kelompok, dan menunjukkan kemandirian dalam menghitung. Namun, di awal ada sedikit kekhawatiran apakah simulasi ini dapat dikelola dengan baik, terutama dalam hal pengaturan waktu dan memastikan semua siswa terlibat. Kegembiraan saya semakin bertambah ketika siswa terlihat senang, tertawa, dan semangat selama kegiatan pembelajaran berlangsung.  

  1. Findings (Pembelajaran)

        Pembelajaran berharga yang saya peroleh dari pelaksanaan kegiatan yang saya lakukan adalah pembelajaran kontekstual seperti simulasi “Warung Matematika” sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam materi hitungan. Media pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan gaya belajar siswa (khususnya kinestetik) mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mengurangi kejenuhan. Kolaborasi dalam kelompok tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial dan kemandirian siswa.

        Hal yang sudah berjalan baik adalah kegiatan dirancang sudah melibatkan siswa secara langsung dalam simulasi belanja membuat siswa lebih mudah memahami konsep matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari. Kegiatan pembelajaran ini juga berhasil menciptakan lingkungan belajar yang positif, interaktif, dan tidak monoton, sehingga siswa tidak merasa bosan.

Hal yang harus diperbaiki dalam kegiatan ini adalah persiapan yang lebih matang, mulai dari perencanaan waktu yang lebih detail agar semua tahapan dapat terlaksana dengan baik hingga penyediaan media sangat menentukan kelancaran dan keberhasilan pembelajaran. Penting untuk melibatkan siswa dalam refleksi pembelajaran agar mendapatkan masukan langsung mengenai hal-hal yang mereka sukai dan yang perlu ditingkatkan.

  1. Future (Penerapan)

        Langkah penerapan ke depannya yang akan dilakukan adalah tetap mengembangkan metode dan media pembelajaran yang inovatif, bervariasi, dan pembelajaran yang kontekstual misalnya “Wisata Matematika”, agar siswa tidak bosan. Selalu melakukan refleksi secara berkala dengan siswa untuk mendapatkan masukan langsung mengenai kegiatan pembelajaran yang mereka sukai. Berbagi pengalaman dengan rekan guru melalui publikasi media sosial.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait